SIAPAKAH SESAMAKU MANUSIA?

14 July 2019

Minggu, 14 Juli 2019

Minggu Biasa XV

Ulangan 30:10-14

Mazmur 69:14; 17:30-31,33-34361b,37

Kolose 1:15-20

Lukas 10:25-37

 

“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"  Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." –-- Lukas 10: 36-37

 

DALAM  INJIL  hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita tentang cinta kepada sesama.Cinta yang diungkapkan dalam perbuatan yang nyata dan konkrit. Kita bisa berteori tentang kasih, dan ini menarik untuk dibirakan, tetapi itu tidak membangun hidup, tidak memberi inspirasi. Kasih yang sejati menjadikan sesama sebagai saudara kita sendiri, bahkan seperti diri kita sendiri. Tetapi ini tgidak mudah. Mengapa ? Karena kepicikan diri kita, dan lebih-lebih cinta-diri kita, kita membuat batasan dan pagar pemisah antar manusia.

Dengan contoh perumpamaan “Orang Samaria yang baik hati”  ajaran Yesus mengenai kasih mendobrak segala garis pemisah. Semua manusia, siapapun dia itu, termasuk musuh kita, adalah sesama saudara. Orang Samaria yang dikisahkan Yesus kitu berbuat melebihi tuntutan hukum, malahan juga melintasi tuntuta hukum kristiani. Dia lebih dari pada sekedar menolong. Bagi dia, si penderita – si korban perampokan itu, bukan lagi orang asing – musuh bangsanya – tetapi menjadi saudaranya. Pada hal dari bangsa Yahudi sendiri, si imam dan lewi – mewakili orang yang berstatus dunia peribadatan – memang mengikuti hukum – yakni tidak boleh menjamah orang mati.

Tetapi mereka ini mentaati hukum agama sampai pada tingkat buta terhadap keadaan sesama manusia. Peraturan agama dijalankan terlalu seksama, sampai tertutup mata hati mereka akan panggilan Allah yang lebih agung dan mulia, yakni hukum kasih!

Bagi kita, sikap kita sebagai orang kristiani, tidak boleh dinilai menurut ketaatan pada hukum peribadatan saja, tetapi pada lebutuhan sesamakita yang sering tak terduga. Yesus sangat mendesak supaya kita-kita berpikir dan persikap bukan berpangkal pada diri kita sendiri, melaibkan pada orang lain, terlebih orang-orang yang tersingkir dan tidak dapat bersuara. Cinta kristiani lebih daripada  tindak perbuatan mengurangi penderitaan sesama, sebab cinta kasih kristiani memiliki mata yang abru: melihat Tuhan dan menemukan Dia dalam diri sesama kita  (Mat 25: 40).

 

Doa: Bapa, jadikanlah hatiku seperti Hati Yesus  yang cepat tergerak dan mengenal  kebutuhan dan keperluan orang-orang.  

Janji: “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku” --- Kolose 1:25

Pujian: Para ahli geografis dan sosiologi daerah bentangan  Yerusalem sampai Yerikho dikenal benar oleh Yesus. Apa yang dikisahkan Yesus berdasar data geografis dan sosiologis saat itu. (Yosef L)

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.