SIAPAKAH YESUS BAGI-MU?
04 February 2022
Jumat, 4 Februari 2022
St. Yohanes de Britto dari Portugal
Sirakh 47:2-11
Mazmur 18:31.47.50.52
Markus 6:14-29
“Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”--- Markus 6:14b
MENJAWAB PERTANYAAN ‘Siapa Yesus itu bagi-ku’ ternyata tidaklah mudah. Umumnya, umat beriman menjawab, “Dia Penebus dan Juru Selamat!’ Ada yang menjawab lebih akrab lagi, ‘Dia Saudaraku – Dia Sahabatku!’ Kalau kita kurang memiliki relasi pribadi dengan-Nya, sering Yesus kita tempatkan sebagai ‘Yang bertanggungjawab akan kehidupan kita’. Lantas kita sebagai pengikut-Nya, tanpa sadar dan menjadi tantangan kita, menempatkan Yesus sebagai ‘Sinterklas’ yang bagi-bagi rejeki bagi kita atau sebagai “kotak ajaib” yang harus memenuhi keinginan kita, di saat kita mengalami kesulitan. Kita pandang Yesus jauh di atas sana, maka lalu tekun kita memanjatkan doa dan permohonan kepada-Nyan supaya Dia melepaskan kita dari belenggu kesulitan. Contoh lain meminta Tuhan Yesus seperti “kantong Ajaib Doraemon”, untuk memuaskan kepentingan dan kesejahteraan pribadi semata. Bahayanya, bila tidak terjadi, kita lebih cepat mutung, malas berdoa, tidak mau menghadiri Ekaristi. Kita menjadi orang ‘egois’, karena melihat dari kepentingan pribadi saja di atas kepentingan Tuhan Allah dan sesama kita.
Yesus mengajarkan kita kalau kita dalam kesulitan, kita berserah dan bersandar kepada-Nya, bukan bermanja-manja diri. Peristiwa yang terjadi dalam bacaan Injil hari ini, di mana Herodes memenggal kepala Yohanes Pembaptis karena ‘sombong dan gengsi’ kepada para tamu yang hadir dalam pesta ulang tahunnya. Ini diawali dengan sakit hati dan ketidak sukaan dikritik oleh Yohanes, ’Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu’ (Mrk 6:18). Sikap gengsi dan sombong karena sumpahnya sendiri. Kesombongan merasuki dirinya dan didukung oleh sikap Herodias yang menikmati keputusan Herodes bahwa dirinya diambil dari suami asli dan dijadikan pemuas nafsu Herodes.
Sadar akan ‘Siapa Yesus bagiku’ - bukanlah kehadiran-Nya untuk mengabulkan ambisi kita -, melainkan memanggil dan mengikut sertakan kita di dalam perutusan-Nya, sebagai murid-murid-Nya. Kita mengemban tugas dan tanggungjawab sebagai pengikut Yesus Kristus, diutus seperti Yohanes Pembaptis , mewartakan penegakan tata-susila dalam hidup pribadi dan hidup berkeluarga serta hidup bermasyarakat.
Beranikah kita membela tata-nilai moral hidup pribadi, hidup berkeluarga dan hidup bermasyarakat, dengan segala konsekuensi seperti dialami oleh Yohanes Pembaptis ? (Frans)
DOA: Tuhan Yesus Kristus, sadarkanlah kami untuk terus selalu berusaha mengikuti kehendak-Mu, guna hidup berintegritas dan bermoral. Mampukan kami mengajarkan tata kesusilaan dengan teladan kepada anak-anak.
JANJI: “Adapun Allah jalan-Nya sempurna; janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya” - Mazmur 18:31
PUJIAN: Hari ini kita peringati St. Yohanes de Britto dari Portugal bersama teman-temanya Yesuit. Ia adalah anak seorang perwira tinggi, masuk Novisiat Serikat Yesus tahun 1662. Ia menjadi Misionaris seperti Fransiskus Xaverius ke Asia. Dengan penuh semangat berkarya demi penyebaran Injil Kristus selama 20 tahun di India di tengah-tengah aneka rintangan dan hadangan, derita dan kekurangan. Keberhasilannya mempertobatkan orang-orang India membawa dia kepada kematian yang mengerikan. Ia ditangkap, dianiaya dan dipenjarakan, kemudian mati dipenggal kepalanya pada tanggal 4 Februari 1693.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ