SIAPAKAH YESUS BAGIMU?

04 May 2023

Kamis, 4 Mei 2023

Kisah 13:13-25

Mazmur 89:2-3,21-22,25,27

Yohanes 13:16-20


"Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku" ---Yohanes 13:20


SEBERAPA SERING kita mengeluh ketika perayaan Ekaristi dibawakan dengan gaya dan rasa yang monoton oleh seorang imam, padahal secara liturgi semua sudah dijalankan dengan valid, licit dan berbuah. Dengan sombongnya kita bisa menilai seseorang, menurut takaran dan standar kita. Kita tidak sadar dalam Ekaristi tersebut Tuhan hadir dalam wujud hosti dan anggur sebagai tubuh dan darah-Nya yang nantinya akan kita terima. Apa jadinya jika kita menerima hosti tetapi tidak bisa memaknainya sebagai perjumpaan dengan Sang Ilahi karena merasa bosan dan berkeluh kesah.

Saudara/i ku semua, diperlukan sikap rendah hati untuk mendalami Tuhan Allah, agar iman kita bisa bertumbuh dan berbuah, sebab sesungguhnya Dia telah mengutus anak-Nya begitu rendahnya sampai disalibkan, terus kemanakah kita, apa gunanya mengikuti ritual saja tanpa mengimaninya? Acuh saja, cuek, tidak peduli?

Dengan  makna pembaptisan kita telah dimeteraikan sebagai anak Allah, dan Yesus sendiri menjadi perantara kita kepada Allah Bapa di Surga, oleh karena itu mari kita sadari mengikuti Kristus bukan berarti apa yang kita ingini harus dikabulkan, justru sebaliknya. Dapatkah kita bersikap sama jika kedukaan terjadi dalam hidup kita? butuh perjuangan dan ketaatan serta kesetiaan. (F4).

 

DOA: “Ya Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur atas hidupku dan berkat yang aku alami selama ini, semoga aku selalu diingatkan selalu rendah hati dan menerima apa yang Kau sampaikan melalui imam dan sesama kami sebagai perantaraan-Mu di dunia. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.”

JANJI: “Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.” Mazmur 89:3

PUJIAN: Santo Peregrinus Laziosi, (1265-1345) adalah seorang imam yang bekerja dengan semangat tinggi. Peregrine lahir di Forli, Italia. Ia kemudian melakukan aktivitas di dalam bidang politik dan mendukung faksi oposisi dari Paus. Pada suatu saat, Peregrine berdebat dengan seorang imam yang merupakan wakil Paus yang bernama Philip Benizi. Kemarahan menguasai dirinya sehingga Peregrine memukul wajah Philip. Philip ternyata tidak balas memukul dan malah memberikan pipi yang satunya, seperti apa yang ditulis di dalam Alkitab. Hal ini mengesankan Peregrine sehingga ia mengubah hidupnya dan berjanji untuk mengubah sifatnya yang pemarah. Pada tahun 1292, ia bergabung menjadi imam di Siena dan terkenal karena melakukan pekerjaannya dengan tekun dan terkenal karena kesucian hidupnya dan khotbah yang dibawakannya. Selain itu, ia juga sering membantu orang yang sedang dalam kesulitan. Ia meninggal tanggal 1 Mei dalam usia 80 tahun.***

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.