SIAPKAH DIUTUS

19 April 2018

Kamis, 19 April 2018

Kisah Para Rasul 8:26-40

Mazmur 66:8-9,16-17,20

Yohanes 6:44-51.

 

“Bangunlah  dan  berangkatlah ...” --- Kisah Para Rasul 8: 27

 

BAGAIMANA KESAN  dan tanggapan kita terhadap Filipus, yang sewaktu mendengar dari bisikan Roh Kudus, ia segera bangkit dan pergi? Filipus bersikap ‘langsung mau melakukannya’. Tetapi mungkin orang lain, berpikir-pikir, ya nanti dulu, atau wah wah, lebih baik kalau itu bimbingan–Nya, saya berhenti atau mundur saja.

Ini sama sekali tak mengherankan. Tuhan mencipta kita berbeda-beda. Bisa saja sewaktu kecil pernah mengalami keragu-raguan , maju mundur, sewaktu mau terjun berenang di kolam renang. Ada rasa takut dan was-was.

Mungkin juga anda mengalami pelbagai macam tanggapn pada seruan Bapa Paus Fransiskus yang mendorong kita untuk penuh sukacita dan berani mewartakan Injil, tetapi juga mungkin malah  ketakutan atau campuran antara sukacita dan takut-takut dan was-was. Sebagai akar atau dasar panggilan kita ini, ada sesuatu  yang perlu kita ingat.

  1. Allah menghendaki siapa dan semua saja selamat! Di era Perjanjian Baru, orang-orang Etiopia perwujudan daftar bangsa dan suku bukan Yahudi yang berbeda-beda. Bukan hanya sekedar warna kulit, tetapi ketekunan dan jauhnya dari Yerusalem, sampai orang Yahudi memandang mereka dengan penuh kecurigaan. Tetapi Roh Kudus merubah cara pandang itu, dengan memanggilnya orang-orang Etiopia ke dalam Gereja, sejak awal abad Gereja.
  2. Allah ingin agar Warta Gembira itu disebar luaskan. Roh Kudus membimbing Filipus ke arah seseorang yang mau pulang kampung, yakni seorang Etiopia, sehingga orang Etiopia ini tidak hanya mengalami kasih Bapa, tetapi juga ia bisa pulang ke negerinya dengan menjadi seorang pewarta Injil kepada sesama warga negerinya. Berita tentang Yesus tetap perlu disebarluaskan saat zaman ini juga, baik ke seberang lautan maupun ke sebrang jalan saja.
  3. Waktu Allah itu benar-benar tak-keliru.Dalam kisah ini sangat jelas kehendak Allah, tetapi kadang-kandang baik kurang jelas, di mana Allah mengutus kita ke tempat mana guna keperluan Kerajaan-Nya. Di sini Filipus melihat kesempatan dan itu ia gunakan untuk pewartaan.

Butir ketiga ini mau-tak-mau suatu keharusan. Tanpa itu yang pertama mungkin akan terlalu banyak menekankan pewartaan sampai membosankan, atau ragu-ragu dan akhirnya sama sekali tidak mewartakannya. Sebenarnya kita tak perlu bingung. Allah akan membuka pintu pada saat yang tepat.

Dan kita cukup tetap ‘siap diutus’, berdoa dan berdoa. Allah akan

 memberi kita kesempatan pada waktunya.

 

Doa: Tuhan terima kasih sekali atas adanya teladan dari hamba-Mu. Ajarilah daku untuk mengandalkan rahmat-Mu.

Janji: ”Bagaimanaaku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku!” --- Kisah para Rasul 8:31

Pujian: Tidak sedikit orang-orang yang ikut terlibat dalam Pembaruan Karismatik Katolik, lewat Seminar Hidup Baru Dalam Roh Kudus (SHDRK) tertarik menjadi pewarta atau pengajar, lewat ‘training khusus’.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.