SKISMA

20 March 2021

Sabtu, 20 Maret 2021

Yeremia 11:18-20

Mazmur 7:2-3, 9b-10, 11-12

Yohanes 7:40-53


"Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.” Yohanes 7:43

KEHADIRAN YESUS, khususnya melalui “tandatanda”, yang dibuat-Nya, menimbulkan “perpecahan (Yun. skisma) di antara orang banyak.” (Yoh 7:43).

Asal usul Yesus diperdebatkan. Sampaisampai Nikodemus, yang memakai argumen hukum Taurat untuk membela identitas Yesus, dikecam oleh para pemimpin Yahudi dengan jawaban yang ‘ngawur’. “Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu, bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea” (Yoh 7:52). Padahal nabi Yunus berasal dari Gat-Hefer di Galilea (lih. Raj 14:25). Kitab Talmud juga mengatakan: “Tidak ada satupun suku di Israel. yang tidak memunculkan nabi-nabi”.

Bicara dan bertindak ‘ngawur’ selalu muncul, karena orang tidak mau mengakui fakta kebenaran dan kenyataan yang ada.

Para penjaga Kenisah mampu melihat fakta mengenai karya-karya Yesus, dan karena itu mereka tidak mau menangkap Yesus. Sebaliknya, para pemimpin Yahudi tidak mau mengakui apa yang dinubuatkan dalam kita Ulangan “Seorang nabi dari tengah-tengahmu … akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ul 18:15). Maka para pemimpin Yahudi itulah, yang menolak dan menyangkal Yesus!

Menjadi Kristen juga sering menimbulkan skisma, batin maupun fisik. Dalam The Cost of Discipleship (1966), teolog Dietrich Bonhoeffer menulis bahwa orang Kristen itu harus tetap berada di dunia, secara khusus demi Gereja. Maka, kenyataan adanya skisma dan antitesa antara dunia dengan Gereja pun, harus ditanggung, karena itulah tujuan inkarnasi (penjelmaan), yaitu membawa dan menyatakan Kebenaran sejati ke dalam dunia nyata. Itu pula alasan mengapa Yesus mati di tengah-tengah musuh-Nya. (WIT)

DOA: “Ya Allah yang Mahapengasih, jangan biarkan kami menyangkal kehadiran Putra-Mu, Yesus Kristus, di tengah dunia, yang tidak percaya pada karya keselamatan dan kasih-Mu.”

JANJI: “Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati.” Mazmur 7:11

PUJIAN: Dalam tradisi Katolik, mulai Minggu Prapaska ke-V, salib dan patung dalam gereja diselubungi kain ungu. Itu baru akan dibuka di akhir liturgi Jumat Agung, sedangkan selubung patung pada awal Malam Paskah. Tujuan penyelubungan itu adalah agar saat masuk gereja, panca indra kita diingatkan, inilah ‘waktu pertobatan’, di mana fokus utamanya adalah sabda Injil dan Kisah Sengsara Yesus. Selubung itu juga menjadi gambaran hidup duniawi kita yang terselubung, yang hanya akan tersingkap saat kematian, di mana keindahan hidup sejati menjadi nyata.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.