SUKACITA GEMBALA

08 November 2018

Kamis, 8 November 2018

Filipi 3:3-8a

Mazmur 105:2-7

Lukas 15:1-10

 

“Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah ditemukan.” --- Lukas 15:6

 

KETIKA SESEORANG kehilangan milik kesayangannya dan kemudian ia menemukannya kembali, maka kita melihat luapan kegembiraannya. Demikian pula dengan gembala yang menemukan kembali dombanya yang hilang, ia pun akan sangat bersukacita.

Gembala di Yudea mempunyai tugas yang sulit dan berbahaya. Rumput yang sangat jarang, dataran tengah yang sempit dan hanya beberapa kilometer saja luasnya, selebihnya adalah padang gurun, serta tidak ada tembok-tembok yang membatasi domba-domba itu agar tidak jatuh ke dalam jurang. Gembala itu secara pribadi bertanggung jawab bagi domba-dombanya. Kalau seekor domba hilang, dia berusaha mencari sampai menemukan yang hilang itu. Hal itu dilakukannya karena kasih dan perhatiannya sebagai seorang gembala, karena domba-domba itu begitu berharga dan dikasihi oleh gembala itu.

Kita semua adalah domba-domba kesayangan milik Allah. Setiap orang begitu berharga di mata Allah, mulia dalam pandangan Allah, karena Allah sangat mengasihi kita. Maka pada saat ada domba-Nya yang hilang, dengan segera DIA mencarinya sampai ditemukannya kembali. Allah sangat bersukacita saat berada ditengah-tengah kita yang tadinya hilang akibat dosa dan diterima-Nya kembali pulang berkumpul bersama dalam kebahagiaan Bapa.

Tetapi kita sebagai anak Tuhan, sering menutup pintu terhadap domba-domba yang hilang itu. Sikap Allah sebagai Gembala yang baik menantang kita untuk kita tanggapi dengan sikap yang sama :  mencari mereka yang hilang dan sesat akibat kesalahan dan dosa. Mereka tidak kita kucilkan atau kita benci. Justru sebaliknya, kita cari dan kita rangkul. “Tahun Kerahiman” mengajak kita untuk menjadi kepanjangan kerahiman Bapa kepada saudara kita yang ‘lama tidak ke gereja’. Kita perlu merangkul dan mengajak mereka pulang dan menerima mereka dengan penuh sukacita, tanpa menghakimi dan mengungkit-ungkit, seperti para malaikat-malaikat Allah bersukacita di sorga karena satu orang berdosa bertobat. (Mariska)

Doa: Allah, Bapa yang penuh kasih, bukalah pintu hatiku untuk dapat menerima sesamaku yang kembali. Ampunilah atas kesombonganku yang seringkali merasa diri benar dan menghakimi sesama kami.

Janji: “Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan!”  --- Mazmur 105:3

Pujian: Saulus berubah nama menjadi Paulus. Awalnya dia seorang penganut hukum Taurat yang fanatik. Setelah pengenalannya akan Yesus Kristus secara mendalam atas pengorbanan-Nya di kayu salib, akhirnya ia sadar. Ternyata hukum Taurat yang telah ia lakukan selama ini tanpa cacat dengan susah payah tidak sebanding dengan kemuliaan kurban Kristus yang menyelamatkan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.