SYUKUR DAN PUJIAN

02 July 2018

Senin, 2 Juli 2018

St. Bernardino Realino, dkk

St. Fransiskus Regis, Im

Amos 2:6-10,13-16

Mazmur 50:16-23

Matius 8:18-22

 

“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku!” --- Mazmur 50:23

BUKU HARIAN. Ini sebuah ‘sharing’ teman yang beberapa tahun yang lalu mencoba mulai menulis dalam buku hariannya. Ia menulis tiap hari sepuluh hal yang membuat dia mengucap syukur kepada Tuhan. Dan kebiasaan ini menjadi pintu masuk dia berkomunikasi dengan Tuhan tiap hari. Dan sore hari, ia membaca kembali kesepuluh ucapan syukur atas berkat-berkat Tuhan yang ia rasa ia menerimanya. Di malam hari menjelang tidur, ia memilih satu dari ucapan syukur, yang ia rasa paling dirasakan dan menambah iman akan Tuhan. Ia membacanya kembali, berdoa syukur dan ia lalu tidur.

Dia tambahkan, bahwa di awal-awal, ia menulis macam-macam hal dalam Buku Hariannya, semua hal yang membuat dia damai, tenang dan sukacita. Dan ia merasa mudah sekali mengucap syukur. Dan dalam berjalannya waktu, ia memberanikan diri juga untuk mengucap syukur kepada Tuhan akan hal-hal yang sukar, sulit bahkan pelbagai tantangan hidup. Dan ini asa yang mengubah hidupnya. Juga dalam perkembangannya hidup rohani, dia mulai bersyukur jauh sebelumnya, akan hal-hal yang belum ia terima. Dan praktek doa semacam ini benar-benar merubah hidup rohaninya, merubah cara doanya. Ia merasa bahawa ia lebih banyak bersyukur dan terima kasih daripada meminta atau memohon dalam doa-doanya.

Ia mengakui, lama kelamaan, doa-doa yang sering ia ucapkan, dan kerinduan dan mimpi-mimpinya yang ia sampaikan kepada Tuhan, tanpa ia sadari didengar Tuhan dan dikabulkannya. Mungkin hal ini terjadi karena ia akui  bahwa cara baru dalam berdoa, yakni bersyukur baru memohon. Dan ini ia lakukan dengan setia.

Doa: Bapa, ajarilah aku selalu lebih banyak bersyukur dan memuji-Mu daripada memohon ini dan itu kepada Bapa.

Janji: “Ikutilah Aku. Biarlah orang-orang mati mengubur orang-orang mati mereka” --- Matius 8:22

Pujian: Darto rajin menghadiri Misa. Setelah Misa ia tetap di gereja dan berdoa dengan pelbagai ujud untuk keperluan dirinya. Setelah ia hadir mendengarkan ceramah tentang Doa Syafaat, Darto mulai tidak berdoa bagi kepentingan diri tetapi bagi kepentingan teman, umat dan Gereja.

Penanggung jawab RH: Rm Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.