TAAT DAN BIJAKSANA
04 September 2020
Jumat, 4 September 2020
1 Korintus 4:1-5
Mazmur 37:3-6, 27-28, 39-40
Lukas 5:33-39
”Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.” ---- Lukas 5:38
ALLAH ADALAH Pencipta. Dan kita adalah karya ciptaan-Nya. Manusia ada karena Allah yang menghendaki-Nya. Maka salah satu tugas kita semua adalah taat patuh kepada sang Pencipta, tidak seperti manusia pertama yang tidak taat, karena jatuh dalam tipuan iblis. Allah yang maha kasih itu tetap menolong manusia yang lemah ini. Ia akan menuntun saat kita berada dalam kegelapan. Kita diminta untuk percaya, pasrah dan patuh pada-Nya.
Ketaatan kita kepada Allah tentu saja bukan ketaatan mati, tetapi ketaatan yang hidup dan dinamis. Dalam hal-hal tertentu kita perlu memohon hikmat kebijkasanaan ilahi. Injil hari ini, mengajarkan bahwa kita perlu menyimpan anggur baru dalam kantong yang baru. Dalam hidup ini ada ketaatan buta, tetapi bagi kita kaum beriman kita taat, - taat yang berlandasakan cinta kasih-.
Dalam suatu perusahaan, setiap karyawan tentu perlu menaati peraturan perusahaan tanpa kecuali. Maka bila tiga hari terlambat berturut-turut, upama saja, karyawan itu akan dipotong gajinya sebesar 50%, selaras dengan peraturan yang ada. Dengan ‘ketaatan buta’, kita sebagai pimpinan akan ‘memotong gaji 50%’. Tetapi sebagai orang beriman, kita tidak bisa ‘taat buta’ , kita taat melaksanakan peraturan beralaskan cinta kasih. Kita tidak bisa menggunakan ‘kantong lama’, melainkan kita harus menggunakan kantong yang baru, yakni ‘taat beralaskan prinsip cinta kasih’.
Apakah kita akan menerapkan perusahaan itu kepada setiap karyawan yang terlambat tiga hari berturut-turut? Dengan bijak mematuhi peraturan, dengan melihat dan memperhatikan keadaan dan alasan karyawan terlambat. Bila karyawan itu terlambat ternyata karena istrinya sedang sakit berat, sehingga ia yang harus menggantikan tugas istri untuk memandikan anak dan mengantarnya ke sekolah lebih dulu, baru berangkat bekerja.
Bila kita patuh buta pada peraturan, kita akan memotong 50% gajinya, tetapi bila kita mentaatinya dengan hikmat kebijaksaan , yakni cinta kasih dengan memperhatikan kasus keadaan karyawan tersebut, berarti ‘kita memasukkan anggur yang baru ke dalam kantong yang baru’. (DAG)
DOA: Tuhan Yesus, berilah aku Roh Kebijaksanaan, sehingga aku dapat mengambil keputusan dengan baik setelah memperhatikan berbagai hal.
JANJI: “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” ---- Mazmur 37:3
PUJIAN: Dalam sistim pengadilan kita, para hakim taat kepada hukum yang berlaku, tetapi ia tetap dapat menentukan hukuman bagi terdakwa dengan penuh kebijaksanaan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ