TAHUN-TAHUN PENUH DERITA DAN KASIH YANG SEMPURNA
27 March 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kebijaksanaan 2:1, 12-22
Mazmur 34:17-21, 23
Yohanes 7:7” 1-2, 10. 25-30
“Mari kita mencobainya dengan aniaya dan siksa,agar kita menenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhi hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurutkatanya, ia pasti mendapat pertolongan” ? Kebijaksanaan 2:19-20
“ Mereka mencoba menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saatnya belum tiba” ? Yohanes 7:30
YESUS MENDERITA karena cinta-Nya kepada kita. Bukan saja sengsara dan menderita saat memanggul salib dan disalib, tetapi selama tiga tahun pelayanan di muka umum, Ia telah menderita bagi kita. Pada saat awal tampil melayani , telah ada usaha untuk membunuh-Nya (Luk 4: 29-30). Ancamam sepanjang pelayanan-Nya, malahan semakin hebat (Yoh 7: 1, 30; 8:59).
- Meskipun memang ada yang menerima Dia – meski hanya sementara -, umumnya dalam sebagian waktu, Yesus yang adalah Batu Penjuru pada bangunan itu, ditolak oleh pembangun-pembangunnya (Mat 21: 42; Mzm118: 22).
- Malahan Ia dituduh kerja sama dengan Iblis (Mrk 3:22).
- Juga di kalangan keluarga-Nya sendiri ada yang menganggap Yesus itu telah gila (Mrk 3: 21).
- Petrus, pimpinan para rasul yang Yesus pilih, tigakali menyangkal Yesus. Dan Yudas – berkhianat, dengan menjual-Nya seharga tigapuluh keping perak.
- Apalagi, Yesus yang adalah Allah, - hidup-Nya di luar kurun waktu, ditolak dan dirajam kejam oleh dosa kita masing-masing .
Tak ada seorangpun di dunia ini mengalami sengsara dan penderitaan seperti Yesus alami. Rasanya tak mungkin bisa masuk ke dalam pemikiran kita betapa besar dn hebatnya kesengsaraan-Nya. Sebaliknya tak ada seorang di bumi ini yang begitu mengasihi orang-orang seperti Dia itu. Secara harafiah boleh dikata Dia itu sendiri adalah “Kasih” (1 Yoh 4:6). Maka sebagaimana kita secara pribadi penyebab dari derita dan sengsara-Nya, semoga kita juga secara pribadi mau menerima dan menanggapi Kasih-Nya yang tersalib.
Mari kita persembahkan diri kita seutuhnya kepada Yesus. Mari kita menyembah dan memuji Dia selama-lamanya. Mari kita balas kasih-Nya !
DOA : Ya Bapa, utuslah Roh Kudus-Mu, agar aku dituntun makin lama makin mendalam mengenal misteri penderitaan-Nya.
JANJI : “ .Mari kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhui hukuman mati keji terhadapnya...” ? Kebijaksanaan Salomo 2: 19-20
PUJIAN : Aneh tapi nyata. Dalam Masa Puasa ini, kita diminta untuk berpantang. Tetapi Herman Ketua salah satu Lingkungan di Paroki Jakarta Utara, berpuasa dua kali seminggu. Dan sekarang dia merasa memperoleh daya energi lebih dan merasa lebih sukacita daripada sebelumnya.
Penanggungjawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ