TAK MENGENAL MAKA TAK SAYANG
14 December 2020
Senin, 14 Desember 2020
St. Yohanes dari Salib
Bilangan 24:2-7, 15-17a
Mazmur : 25:4bc-5ab, 6-7bc, 8-9
Matius 21:23-27
“Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu ?" ---- Matius 21:23
KERAGUAN KUASA tentang Allah jika dimaknai secara positif akan membantu kita untuk membuktikan kebenaran. Hal ini bisa terjadi jika kita terbuka akan Kuasa Roh Kudus yang membantu kita mengungkapkan kebenaran itu.
Sebagai seorang Katolik yang dibaptis bayi sejak umur tiga bulan, saya dibesarkan dan dididik oleh kedua orangtua saya secara Katolik. Mengikuti Sekolah Minggu, Misdinar, diajak sembahyangan (berdoa, ibadat) di lingkungan, dan merasa bangga ketika waktu seumuran lima tahunan bisa giliran mengucapkan doa Sembah Bekti (Salam Maria) saat Doa Rosario. Suasana hening dalam setiap doa lebih membantu saya masuk dalam hadirat Tuhan.
Saat berpindah ke kota lain, saya berusaha untuk aktif juga di rukun dan lingkungan, hingga akhirnya saya mengikuti PD KK Paroki. Pengalaman pertama saat mengikuti PD sepertinya tidak cocok, karena karakter yang terbentuk dari sejak kecil lebih menyukai cara doa yang silent. Tetapi niat saya mau lebih dekat mengenal Allah, maka saya terbuka akan Kuasa Roh Kudus, hingga akhirnya membawa saya dalam suatu retret awal, yang menjadi titik tolak bagi saya untuk lebih mengenal Allah.
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka’ (Mat 7:20). Hal ini benar saya rasakan, saya merasa ragu saat ada perubahan dari cara doa, apalagi saat pertama mendengarkan doa dalam bahasa Roh. Memang benar, Iman tumbuh dari pendengaran akan Firman Tuhan. Saya diingatkan, ketika keraguan datang, Roh Kudus kuat berkata, “rasakan buahnya”.
Kiranya tepatlah apa yang saya lakukan: saya mencoba tidak mengeraskan hati dan menutup diri. Tuhan punya banyak cara untuk kita bisa lebih mengenal-Nya. Tuhan ingin kalau kita terbuka akan Karya Roh Kudus dan rasakan buah-buah Roh Kudus nyata hadir dalam kehidupan kita. (TDU)
DOA: Terima kasih Roh Kudus, yang selalu menggerakkan aku untuk lebih mengenal Bapa melalui Tuhan Yesus yang begitu mengasihiku.
JANJI: “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.”--- Mazmur 25:8-9
PUJIAN: PD KK ternyata tidak sedekap ‘kumpul-kumpul nyanyi puji-pujian dan dan berdoa’. Ada jenjang pembinaannya, yakni diawali dengan Seminar Hidup Baru dalam Roh kudus’ terurs berujung untuk ber-Komunitas dan ber- Pelayanan. Pelayanan karitatis maupun pelayanan pewartaan: mengenal Yesus lebih mendalam dan memperkenalkan Yesus kepada orang lain.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ