TAKUT? NO WAY!

08 April 2018

Minggu, 8 April 2018

HARI MINGGU PASKAH  II  

Hari Minggu Kerahiman Ilahi

Kisah Para Rasul 4:32-35

Mazmur 118:2-4,16ab-18,22-24

1 Yohanes 5:1-6

Yohanes 20:19-31

 

"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." ----  Yohanes 20:29


TAKUT DAN WAS-WAS adalah manusiawi. Sebagai orang beriman , tiada tempat untuk takut dan was-was, karena telah diusir oleh ‘Kebahagiaan yang berdasar Iman’. Lawan kata ‘bahagia’ adalah ‘takut’.  Rasa takut ini pun dirasakan para murid sesudah kematian Yesus. Begitu kuatnya rasa itu sehingga mereka bersembunyi, karena takut diketahui oleh orang-orang Yahudi (Yoh 20:19).penguasa Yahudi tentu akan menangkap dan menghukum mereka karena mereka pengikut Yesus.

Hal itu tergambar dalam bacaan Injil hari ini. Namun di ayat-ayat selanjutnya merubah suasana. Yesus  tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka menyapa mereka dan menghembusi mereka dengan Roh Kudus supaya rasa takut yang mereka alami segera lenyap berganti sukacita, agar mereka siap untuk diutus menyampaikan kabar sukacita keselamatan ke seluruh dunia.

           Ada tiga hal yang menjadi inti dari bacaan Injil Yohanes hari ini.

  • Pertama, rasa takut adalah hal yang wajar kita alami, takut akan keadaan yang tak menentu, takut gelap, takut salah dan lain sebagainya. Namun sebagai orang percaya hendaklah kita tidak larut dalam rasa takut yang berlebihan sebab kita telah diberikan penolong yang perkasa yaitu Roh Kudus yang akan menguatkan dan membimbing kita untuk mengatasi rasa takut itu asal kita berjalan di atas dasar kebenaran.
  • Kedua, tokoh Thomas muncul mewakili kita yang sering juga meragukan rencana Tuhan. Namun setelah melihat Yesus, akhirnya Tomas percaya. Kebenaran Iman memang perlu penjelasan nalar atau logika agar kita menerima dan percaya. Tetapi Kebenaran rohani tidak dapat kita ukur dan raba dengan indera kita. Maka tepatlah sabda Yesus kepada Thomas: “Karena engkau melihat Aku, maka kamu percaya. Berbahagiaah mereka, yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20: 20).
  • Ketiga, percaya membuat kita bahagia ! Percaya akan kebenaran pengampunan dari Tuhan adalah alasan kuat untuk kita bahagia.

Apakah kita masih mau hidup dalam belenggu rasa takut ? Ataukah hidup kita bahagia karena percaya bahwa Tuhan betul-betul hadir dalam setiap peristiwa hidup kita, menyertai dan mendampingi kita. (STEV)

Doa: Bapa, terima kasih karena Engkau mengutus Roh Kudus bagi kami dan membuat kami percaya. Kami percaya  bahwa Engkau senantiasa hadir  di hidup kami sehingga kami mampu menjalani setiap peristiwa dalam hidup kami dengan sukacita.

Janji: “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!”  ----  Mazmur 118:24

Pujian: Iman para Rasul yang pantang menyerah serta semangat yang berkobar-kobar untuk menjadi saksi Kristus, itu membuat kita berani untuk diutus menjadi saksi Kristus  di tengah masyarakat di manapun kami berada.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.