TAKUTLAH KEPADA ALLAH SAJA
15 October 2021
Jumat, 15 Oktober 2021
St. Teresa dari Avilla
Roma 4:1-8
Mazmur 32:1-2, 5, 11
Lukas 12:1-7
“Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi ”. Lukas 12:1
DALAM INJIL Matius di mana Yesus berbicara kepada para murid tentang ‘ragi orang Farisi dan Saduki’, sebelumnya para murid-Nya cemas karena tidak membawa bekal roti (Mat 18: 6-8), Yesus berbicara tentang hal lain, yakni ragi yang bisa memekarkan roti. Tetapi dalam hal ini Yesus tidak berbicara tentang ‘ragi biasa’ melainkan ‘ragi yang membuat hati dan kepala kaum Farisi membesar’, yakni kesombongan. Sebagai pemimpin dan tokoh, mereka gagal menanggapi kebutuhan pokok umat.
Ragi atau fermen dalam arti sebenarnya adalah zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi mengandung mikrorganisme yang membantu proses fermentasi dalam membuat tape dari singkong, membuat adonan roti menjadi mengembang dan membesar. Dan masih banyak lagi manfaat dari ragi bagi kehidupan kita. Tetapi dalam hal ini konotasi ragi menurut Yesus adalah ‘ragi non-fisik’ - sesuatu yang tidak baik, yang membuat orang lalu penuh kemunafikan dan kepura-puraan, membuat dada menggelembung, yakni kesombongan hati.
Kemunafikan yang dilakukan oleh orang Farisi adalah dengan cara melakukan sesuatu yang tampaknya baik dan suci di luar, di hadapan banyak orang, agar orang-orang memuji sikap dan perilakunya, akan tetapi mereka tidak melakukan sesuai dengan apa yang mereka katakan . Tetapi yang mereka lakukan adalah untuk membenarkan diri mereka dan demi keuntungan pribadi. Mungkin mereka merasa bisa menutupi sikap dan perbuatan mereka di hadapan manusia, tetapi jelas tidak di hadapan Allah. Bagi Allah yang Maha Kuasa, segala maksud, keinginan dan perbuatan mereka terbuka jelas, tidak dapat ditutupi.
Para murid diminta untuk tidak tergoda jatuh dalam godaan kaum Farisi yang munafik. Mereka memang mempunyai kuasa dalam bidang pemahaman dan pemaksaan penghayatan agama. Bila ada yang mengajarkan sesuatu yang mereka anggap sesat atau tidak melakukan kewajiban agama, mereka menyeret orang itu untuk diadili dan dihukum, sedang mereka sendiri belum tentu mematuhinya.
Oleh karena itu, Yesus menegaskan kepada para murid-Nya, agar jangan takut akan mereka yang memiliki kuasa sementara di dunia ini untuk menghukum. Yang harus ditakuti ialah Allah, setelah membunuh dan mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka (Luk 12: 4-5). Kaum Farisi yang berkuasa itu bisa saja melakukan sesuatu yang mencelakakan dan membahayakan badan, tetapi tidak lebih dari itu. Hanyalah Tuhan Allah satu-satu yang Mahakuasa. Allah yang kuasa meluruskan yang salah dan menghukum yang membuat kejahatan. Dan akhirnya hanya pada Tuhan Allah saja kita perlu takut. Takut melakukan sesuatu yang salah dan merugikan serta menyakitkan pada Diri Yang kita cintai, yakni Allah. Dia-lah yang kuasa atas yang hidup dan yang mati.
Dan sebaliknya, sekecil apapun perbuatan baik sebagai pengikut Kristus dengan disertai sikap yang tulus ikhlas, yang kita lakukan , itu merupakan ungkapan cinta kepada Satu-satunya yang kita kasihi. Allah tidak akan melupakan kita , karena kita semua berharga di mata-Nya.
DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami dengan karunia Roh Kudus untuk selalu bersikap jujur dan melakukan perbuatan baik bukan untuk memperoleh pujian tetapi karena kasih-Mu sangat besar kepada kami. Amin.
JANJI: “Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!” Mazmur 32:2
PUJIAN: Para petugas dekor bunga Gereja berupaya merangkai bunga dari siang hingga malam hari untuk mempercantik rumah Tuhan. Perbuatan mereka tidak diketahui oleh orang banyak, tetapi apa yang mereka lakukan berharga di mata Tuhan.
Oleh : Stefanus Indra Wahyu
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ