TAMPIL  BEDA

16 June 2020

Selasa, 16 Juni 2020 

1 Raja 21:17-29

Mazmur  51:3-6,11,16   

Matius  5: 43-48

 

“Tetapi Aku berkata kepadamu: ‘ kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka  yang menganiaya kamu” --- Matius 5:44

 

AYAT ITU  kutipan dari salah satu ayat Kotbah Yesus di Bukit, yang menjadi dasar kehidupan para murid Yesus, termasuk kita. Yesus memperbandingkan perintah dari Perjanjian Lama, yakni Hukum Taurat (Musa) dan Hukum Baru yang Yesus wartakan, untuk menggenapi apa yang diajarkan dalam PL (Mat 5:17).

Metode ajaran-Nya ialah dengan cara memperbadingkannya, yakni, mengawali dengan kalimat ‘Kamu telah mendengarkan firman’ atau ‘Kamu telah mendengarkan firman yang disampaikan kepada nenek moyang kita: “Jangan…” ‘, langsung Yesus dengan tegas dan penuh wibawa, meneruskannya, “tetapi Aku berkata kepadamu…”.

Dan dalam kutipan ayat hari ini, didahului oleh kalimat “Kamu telah mendengar firman: ‘Kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu, tetapi Aku berkata kepadamu, ‘ kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka  yang  menganiaya kamu”.….’. Suatu yang ‘kontras’. Ini disampaikan kepada para rasul dan murid-murid-Nya. Dan juga saat ini dan di tempat ini disampaikan  ‘kepada kita semua, yang mengaku diri kita murid-murid-Nya’!

Apa yang dimaksud dengan musuh? Apa pengertian kita? Menurut kamus, musuh adalah ‘seseorang yang membenci sesamanya; seseorang yang menyerang atau mencoba melukai orang lain; sesuatu yang mengancam  atau menyakiti (fisik atau psikologis, ump dengan ujaran kebencian, penghinaan) seseorang atau sesuatu; atau juga sekelompok orang (bangsa) yang melawan kelompok lain yang memerangi”.

Dapatkah kita bayangkan seseorang atau sekelompok yang dapat dimasukkan ke dalam kategori itu ? Adakah seseorang yang pernah menyerang, secara fisik atau kata-kata kasar, atau yang merugikan, menipu kita, sehingga kita menderita ? Masih ingat ‘Siapa mereka ini’ ?  Mungkin ada ‘terroris’ yang membunuh anak bangsa kita merusak membakar kendaraan atau rumah-rumah kita !  Dalam hal ini Yesus meminta kita mengasihi mereka juga, mendoakan mereka.

Yesus mengajar kita untuk mengasihi musuh-musuh itu meski mereka telah berbuat sesuatu yang sangat-sangat menghancurkan kita. Kita diajar untuk membedakan perbuatan dan pelaku, kita membenci perbuatan yang jahat, tetapi tetap mengasihi si pelaku kejahatan itu.

Itulah titik tolak doa ‘Bapa Kami’, “ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Itulah juga salah satu pelaksanaan “mengampuni tujuh puluh kali tujuh puluh kali”. Kita tidak bisa mengasihi orang kalau kita masih benci kepadanya !

Kita harus tampil beda! Kalau tidak, sabda Yesus tetap akan mengiang-iang di telinga hati kita, “apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” (Mat 5:46-47).

Di mana kekristenan kita?  Di mana janji kita untuk menjadi ‘berkat’ bagi orang lain?

 

DOA: Bapa, karuniakanlah Roh Kudus-Mu, agar aku bisa “memaafkan dan melupakan”, mengampuni  orang yang berbuat salah padaku dan melupakan kejahatan mereka.

JANJI: “Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna”--- Matius 5:48

PUJIAN: Waktu temu berbincang bersama dan berbagi, tentang bahan APP mengenai ‘Tahun Keadilan Sosial’, para peserta berbagi bukan perlakuan tak adil yang mereka perbuat, tetapi perlakuan tidak adil yang mereka alami hidup di Lingkungan. Ada warga yang dituding tetangga sebagai ‘orang kafir’, memberi sumbangan untuk memperbaiki WC umum ditolak karena sumbangan dari kelompok ‘salib’.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.