TANDA DAN MUJIZAT

12 March 2018

Senin, 12 Maret 2018

Yesaya 65:17-21

Mazmur 30:2,4-6,11-13b

Yohanes 4:43-54

“Maka kata Yesus kepadanya : "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." --- Yohanes 4:48

PERNAH KITA dengar ucapan:

  • “Jika saya melihat mujizat Tuhan untuk menyembuhkan orang tua saya yang sakit kanker, maka saya akan masuk Gereja Katolik”;
  • “Jika Tuhan itu maha baik, mengapa hidup saya menderita?”,
  • “Saya akan menjadi pengikut Kristus asalkan kehidupan saya menjadi lebih sejahtera”

Ketiga orang tersebut memiliki syarat agar ia menjadi percaya akan Tuhan dan menjadi waga Gereja. Apakah boleh kita berlaku demikian? Jelas “Tidak!” Ada beberapa alasan, yaitu:

  1. Tuhan itu maha tahu, maha pengasih, dan maha segalanya. Karena itu Dia tahu akan segala kebutuhan kita, dan Ia pasti memberikan jawaban yang terbaik untuk hal tersebut.
  2. Manusia diberikan kehendak bebas. Allah tidak memaksakan kehendak-Nya; Dia memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih dan bertindak, tetapi bila kita salah memilih maka resikonya perlu kita tanggung sendiri.
  3. Manusia hanyalah ciptaan Tuhan dan Allah pencipta kita. Jadi layakkah kita memberikan syarat kepada Tuhan?

Bila dalam hidup ini kita hanya mencari tanda dan mujizat, maka hidup kita tidak akan bahagia dan selalu akan merasa kekurangan. Semua yang kita alami dalam hidup ini adalah akibat dari rencana Tuhan dan tindakan kita sendiri. Jadi bila terjadi hal yang tidak menyenangkan, maka marilah kita melakukan introspeksi, apakah yang telah saya lakukan sebelumnya? Atau bisa juga kita berserah dan membiarkan rencana Tuhan yang terjadi sepenuhnya dalam hidup kita.

Tuhan Yesus datang ke dunia ini adalah untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus" (Luk 4:43). Dia menawarkan keselamatan kepada kita sehingga kita boleh dibebaskan dari dosa dan maut. Bila Yesus melakukan mujizat seperti menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, maka itu hanyalah sarana agar orang menjadi percaya kepada-Nya dan mau menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya.

Marilah kita meneladani pegawai istana dalam bacaan Injil hari ini, yang sudah percaya sebelum melihat tanda dan mujizat akan kesembuhan bagi anaknya. Maukah? (DAG)

Doa: Ya Roh Kudus, ajarlah kami agar percaya sepenuh hati kepada seluruh rencana Allah tanpa syarat apa pun.

Janji: "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati” --- Yesaya 65:17

Pujian: Bapak Abraham, engkau adalah bapak dari segala kaum beriman, yang menunjukkan teladan kepercayaan luar biasa, yang bertentangan dengan logika manusia.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.