TANDA NYATA KEHADIRAN ALLAH
11 October 2021
Senin, 11 Oktober 2021
St. Yohanes XXIII
Roma 1:1-7
Mazmur 98:1-4
Lukas 11:29-32
“Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” Lukas 11:32b
SERUAN PERTOBATAN dalam Perjanjian Baru, diawali dengan munculnya Yohanes Pembaptis dan ditandainya dengan pembatisan. “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk3:3; Mrk 1: 4). Dan Yohanes di hadapan orang-orang Farisi dan Saduki, mengaku, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan” Mat 3:11).
Dalam Perjanjian Lama, Yunuslah yang dipilih Allah, diutus untuk mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Dan lika-liku kisah perutusan untuk mewartakan pertobatan, yang menegangkan, Yunus sendirilah yang pertama sendiri mengalami pertobatan. Lalu dengan lantang Yunus mewartakan seruan pertobatan kepada orang-orang di sana. Ternyata seruannya di masa itu sampai ke telingan sang raja, sehingga raja memerintahkan agar seluruh penduduk kota bertobat, bahkan berpuasa dan mengenakan pakaian berkabung sampai ke binatang piaraan penduduk.
Dalam bacaan Injil hari ini, yang dikisahkan juga oleh Matius (12: 38-42), terasa ada nada kesal dalam hati Yesus sewaktu Dia mengatakan, “Angkatan ini adalah Angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda” (Luk 11:29). “Mereka” di sini adalah para ahli Taurat dan orang Farisi (Mat 12: 38). Mereka nampaknya seperti terbuka terhadap ajaran Yesus, mereka menuntut tanda kepada Yesus, agar Yesus menunjukkan kuasa dan wewenang-Nya serta menunjukkan ‘Siapa sebenarnya Diri Yesus itu’? Dan ‘mereka lalu menerima Yesus dan percaya?’
Tetapi mereka sebenarnya menutup hati rapat-rapat dan merasa bahwa diri mereka yang paling benar. Yesus mengetahui hal ini, maka dengan keras menegur mereka, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.”
Dengan mengangkat ‘Yunus’ sebagai ‘Tanda’ bagi orang-orang Niniwe yang mau bertobat, Yesus menyatakan Diri-Nya jauh lebih besar dari Yunus (Luk 11:32); Diri-Nya jauh lebih agung dari Raja Salomo, yang dicari dan dikagumi oleh Ratu dari Selatan (Luk 11: 31).
Mereka percaya akan adanya ‘hari penghakiman’, maka Yesus mengatakan bahwa di hari penghakiman itu nanti ‘angkatan yang jahat itu’, akan dihakimi oleh orang-orang Niniwe yang bertobat. Pewartaan Yunus berdaya guna untuk perubahan hidup orang Niniwe. Apalagi pewartaan Yesus yang jauh mampu dan berdaya guna untuk mentransformasi hidup kita, sejauh kita membuka diri dan mau menerima Yesus.
Kehadiran Yunus dan Yesus merupakan cinta kasih Allah kepada umat-Nya. Allah rindu umat-Nya untuk bertobat. Bertobat merupakan jalan utama untuk memperoleh pengampunan Tuhan. Di akhir zaman, tidak ada penghakiman bagi yang bertobat, yang ada ialah ‘Penyambutan besar-besaran untuk masuk Surga’ ! Kita tidak perlu meminta tanda dari Tuhan, karena apa yang Allah Bapa memberikan kepada kita, yaitu Putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, sudah lebih dari sekedar tanda. Dialah Putra Allah yang hidup, yang memberikan keselamatan bagi kita. (LS)
DOA: Tuhan Yesus, ampunilah kami orang yang kurang bertobat ini. Pimpinlah kami untuk hidup selalu berkenan di hadapan-Mu.
JANJI: “Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang daripada Allah kita.” Mazmur 98:3
PUJIAN: Yesus sendiri yang menangkap dan mempertobatkan Paulus. Proses pertobatan menjadikan dia manusia baru. Selanjutnya ia hidup sampai mati untuk Kristus . Ia menganggap bahwa kehidupannya yang lama merupakan suatu kesia-siaan. Pertobatan Paulus menjadi teladan bagi kita semua.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ