TANGGAPAN MARIA TERHADAP PERINTAH ALLAH

07 October 2023

Sabtu, 7 Oktober 2023

Kisah Rasul 1:12-14

Lukas 1:46-55

Lukas 1:26-38


“Kata Maria:"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;  jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” --- Lukas 1:38


KABAR GEMBIRA yang diterima Maria dari Malaikat Gabriel tentu saja sangat mengejutkan Maria, karena Maria belum bersuami tetapi ia dikatakan akan mengandung seorang anak. Menjawab kebingungan Maria, Malaikat Gabriel menyatakan, bahwa Maria akan mengandung anak dari Roh Kudus, karena anak yang dikandung itu suci, dan hal itu terjadi karena bagi Allah tiada  sesuatu yang mustahil. Mendengar jawaban dari Malaikat Gabriel, Maria dengan berserah diri dan berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Dalam konteks ini, Maria mengungkapkan dua hal penting. Pertama, dia menyatakan dirinya sebagai hamba Tuhan, yang menunjukkan sikap rendah hati, ketaatan, dan kesediaannya untuk melayani Tuhan. Maria menyadari peran dan panggilan yang dihadapinya, dan dia mengakui bahwa dia sepenuhnya mengabdikan hidupnya kepada Tuhan.

Kedua, dengan kalimat "jadilah padaku menurut perkataanmu itu", Maria memohon agar kehendak Tuhan terjadi padanya, Maria mengekspresikan kesiapannya untuk menerima dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Dia menunjukkan sikap penyerahan diri dan ketundukkan yang sepenuhnya kepada Tuhan, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memimpin dan membimbing langkahnya.

Apakah kita mampu seperti Bunda Maria menjawab segala pergumulan dan tantangan hidup kita dengan menjawab: "jadilah padaku menurut perkataanmu itu?” Jika kita mampu mengucapkan hal itu, kita yakin bahwa mati dan hidup kita bergantung kepada kasih Allah, dan kita menjalani kehidupan ini berusaha semaksimal yang kita lakukan, hasilnya adalah benar-benar dari kemurahan Allah. Sehingga hari demi hari yang ada hanya rasa penuh syukur dan dapat menikmati kehidupan yang sementara atau fana ini, karena kita meyakini bahwa di kehidupan yang kekal jauh lebih baik dari kondisi sekarang. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (Stefanus Indra Wahyu).



DOA: “Allah Bapa di surga, suatu kabar gembira yang boleh Bunda Maria terima untuk keselamatan dunia. Peran dan teladan Bunda Maria membuat kami semakin beryukur kepada-Mu, karena dalam kesederhanaan dan dalam segala kekurangan Bunda Maria mampu menjawab sabda-Mu, jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.”

JANJI: “Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” - Lukas 1:48-49    

PUJIAN: Pada kalender liturgi Setiap tanggal 07 Oktober, ditetapkan sebagai tanggal Pesta Santa Maria Ratu Rosario. Peristiwa terbesar yang melatar-belakangi ialah peristiwa kemenangan pasukan Kristen dalam pertempuran melawan pasukan Islam Turki. Menghadapi pertempuran ini Paus Pius V menyerukan agar seluruh umat berdoa Rosario untuk memohon perlindungan Maria atas Gereja. Doa umat itu ternyata dikabulkan Tuhan. Pasukan Kristen dibawah pimpinan Don Johanes dari Austria berhasil memukul mundur pasukan Turki di Lepanto pada tanggal 7 Oktober 1571 (Minggu pertama bulan Oktober 1571). Sebagai tanda syukur Paus Pius V (1566-1572) menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari pesta Santa Maria Ratu Rosario. Kemudian Paus Klemens IX (1667-1669) mengukuhkan pesta ini bagi seluruh Gereja di dunia. Dan Paus Leo XIII (1878-1903) lebih meningkatkan nilai pesta ini dengan menetapkan seluruh bulan Oktober sebagai Bulan Rosario untuk menghormati Maria.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.