TELADAN KRISTIANI
09 June 2020
Selasa, 9 Juni 2020
St. Efrem, Diakon dan Pujangga Gereja
1 Raja-Raja 17:7-16
Mazmur 4:2-3, 4-5, 7-8
Matius 5:13-16
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.” --- Matius 5:16
SAAT KEPANIKAN melanda, misalnya saat terjadi pandemic Covid-19, dua-tiga bulan lalu, semangat kasih pun menghilang. Yang muncul adalah sifat egois di masyarakat. Saat itulah terjadi kepanikan membeli barang-barang sehingga terjadi keributan di antara pembeli dan lonjakan harga yang tidak wajar karena hampir semua barang-barang di toko dan supermarket diserbu oleh mereka yang ketakutan akan wabah Covid-19 ini.
Ketika seseorang menanyakan kepada saya: “Apakah kamu sudah ada stock masker dan barang-barang di rumah?” Saya menjawabnya: “Saya tidak lakukan itu, saya membeli sesuai yang saya butuhkan”. Kalau kita semua belanja untuk menimbun barang-barang, bagaimana mereka yang tidak mempunyai uang dan penghasilan yang pas-pasan atau yang hanya mampu belanja untuk keperluan sehari saja? Karena kepanikan dan ulah orang-orang yang mempunyai uang itulah, maka harga barang-barang menjadi naik dengan lonjakan harga yang luar biasa. Akhirnya kaum lemah yang menjadi korban, karena mereka tidak mampu membeli dengan harga yang sudah naik.
Dalam situasi seperti itu, kita sebagai murid-murid Kristus harus bisa menjadi ‘garam dan terang’ bagi sesama terlebih di dalam kondisi yang kurang baik. Kita juga perlu bijaksana dalam bertindak dan berkata-kata. Janganlah perbuatan dan perkataan kita membuat orang lain menjadi resah dan takut.
Hidup orang-orang Kristiani hendaknya menjadi teladan bagi sesamanya. Dapatkan kita mencerminkan identitas kita sebagai pengikut Yesus. Yesus Kristuslah, “Sumber Kekuatan dan Kehidupan” yang memampukan kita untuk “tampil beda”. Kita hendaknya menjadi seperti garam yang bisa memberikan rasa yang berbeda pada tiap masakan yang disajikan kepada orang-orang, memberikan rasa lebih enak dan nikmat.
Kita adalah “garam dan terang dunia”. Setiap orang yang percaya kepada Kristus sewajarnya memberikan arti bagi orang lain, bagi lingkungan sekitarnya seperti garam yang menggarami dan terang yang menerangi. Itulah teladan hidup orang Kristen. Terang membuat perbedaan besar yang dapat memengaruhi dunia di tengah dunia yang dipenuhi kegelapan. Setiap anak Tuhan dituntut untuk berani tampil beda dan tetap memancarkan Sinar Kemuliaan-Nya, seperti apa yang dikatakan Yesus: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu yang di Sorga” (Mat 5:16) (PIN)
DOA: Ya, Tuhan Yesus, bantulah aku dengan rahmat-MU untuk membuat perbedaan yang berarti agar semuanya menjadi lebih baik. Amin.
JANJI: “Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” --- 1 Raja 17:14.
PUJIAN: Melihat tim medis dan semua relawan China yang bekerja dalam menangani wabah Covid 19 di Wuhan, sungguh saya melihat kasih Allah yang nyata dalam diri mereka. Mereka sukses keluar dari wabah yang mematikan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ