TELAH DEGILKAH HATIMU ?
15 February 2022
Selasa, 15 Februari 2022
Santo Klaudius de la Colombiere
Yakobus 1:12-18
Mazmur 94:12-13a,14-15,18-19
Markus 8:14-21
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia” --- Yakobus 1:12
BACAAN HARI INI, Yesus memperingatkan murid-murid-Nya agar berjaga-jaga dan waspada terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Sama seperti zaman sekarang, pada zaman Yesus, ragi adalah bahan adonan yang dicampurkan ke dalam tepung terigu sehingga adonan tersebut akan mengembang ketika dipanggang.
"Ragi" dalam konteks ini memiliki konotasi negatif atau sikap yang buruk. Namun para murid belum memahami peringatan Yesus. Yesus bicara soal ragi orang Farisi dan ragi Herodes, mereka berpikir soal roti (makanan). Makanya, Tuhan Yesus menegur para murid-Nya dengan keras: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Telah degilkah hatimu?”. Yesus mengingat ulang kembali tentang peristiwa mujizat yang baru dilakukan Yesus yakni dengan 5 roti dipecah-pecahkan untuk 5000 orang makan dan bahkan sisa 12 bakul. Dan kedua , 7 roti dipergandakan untuk 4000 orang makan serta sisa 7 bakul. Yesus mau mengatakan kepada mereka, “Berhentilah berbincang tentang roti, tetapi berimanlah pada Dia sekarang”,
Para murid seharusnya sudah dapat belajar untuk percaya kepada-Nya akan kuasa-Nya, bukan tentang kebutuhan materi semata. Dengan menyebut ragi orang Farisi dan ragi Herodes, Yesus bermaksud supaya para murid-Nya jangan meniru sikap dari orang-orang Farisi dan Herodes. Ragi orang Farisi menunjukkan kepada tradisi keagamaan kedua kelompok itu , di mana mereka mengesampingkan perintah Allah yang benar dan bagian-bagian dari Firman dan kehendak-Nya dijadikan tidak berlaku lagi. Kemudian menuntut orang lain melakukan semua perintah Taurat menurut tafsir mereka, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Mudah mengkritik namun saat ditegur menjadi murka, menganggap diri mereka lebih benar karena merasa telah menjalankan perintah Allah dibandingkan semua orang.
Peringatan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya juga ditujukan kepada kita saat ini. Kita diperingatkan untuk berjaga dan waspada terhadap pandangan dunia yang memberitakan gagasan manusiawi belaka, tradisi yang tidak sesuai dengan kebenaran Injil, pengutamaan hal-hal yang lahiriah yang bersifat sementara lebih daripada yang rohani, yang bersifat abadi. Di balik mengutamakan hal-hal materi dan duniawi, ada dosa-dosa utama dalam ujud kesombongan duniawi maupun rohani, kemunafikan, kerakusan akan barang jasmani dan rohani, disertai cara-cara dengan menipu dan dengan trik-trik dan intrik.(Hendry Wigin)
DOA: Tuhan Yesus yang baik, tambahkan karunia iman kami agar kami sanggup melihat kebesaran dan kebaikan-Mu dalam hidup kami
JANJI: “Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya.” - Mazmur 94:14-15
PUJIAN: Meskipun secara Liturgis tidak wajib, kita hari ini mengenang Santo Kladius de la Colombiere, 1642-1487, seorang Imam Yesuit jago kotbah di Inggris da Perancis di zamannya. Dia dikenang sebagai imam yang mendukung penuh dalam usaha memajukan penghormatan kepada Hati Kudus Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ