TELINGA HATI
11 December 2021
Sabtu, 11 Desember 2021
Sirakh 48:1-4.9-11
Mazmur 80:2ac,3b,15-16,18-19
Matius 17:10-13
”Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.
Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."
Matius 17:12
KETIDAK-MENGERTIAN para murid Yesus ketika mendengar perkataan para ahli Taurat bahwa nabi Elia akan datang kembali membuat mereka bertanya kepada Yesus. Dan Yesus membenarkan dan mengatakan bahwa Elia sudah datang tetapi orang tidak mengenalnya dan bahkan memperlakukannya semena-mena. Yesus juga memberitahu mereka, Anak Manusia akan menderita, namun para murid tetap tidak mengerti kalau yang dibicarakan-Nya adalah diri Yesus sendiri sedangkan mereka tahunya adalah Yohanes Pembaptis.
Kadang-kadang, kita juga tidak mengerti apa yang Yesus katakan kepada kita, kalau kita membaca ucapan-Nya. Ada banyak hal mengapa telinga hati kita kurang mendengar dan sulit memahami perkataan-Nya ! Ini bisa dikarenakan oleh kesibukan dan kebisingan hidup kita sehingga kita tidak dapat mendengar apa yang Yesus katakan kepada kita.
Hari ini, kita diajak untuk membuka telinga, pikiran, dan hati kita dalam setiap Sabda Tuhan yang kita dengar dan baca melalui perenungan, agar dalam keheningan kita mampu mengalami persatuan dengan-Nya, sehingga dalam kesibukan kegiatan harian kitapun mudah kontak dengan-Nya.
Semoga melalui renungan ini, kita semakin mendengarkan suara-Nya dengan penuh perhatian dan yang masuk lewat telinga hati kita. (Surikno).
DOA : Allah Bapa yang baik, kami mohon rahmat-Mu agar kami dimampukan untuk mengerti apa yang Engkau sabdakan kepada kami sehingga kami dapat melakukan seperti yang Engkau kehendaki.
JANJI:“Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.” Mazmur 80:3b
PUJIAN: Paus Damasus, seorang ahli Ilmu Ketuhanan dan Kitab Suci, serta mahir pula dalam Kesusastraan dan Kebudayaan Latin. Ia secara konsekuen bertindak sebagai pemimpin Gereja sesuai apa yang dikatakannya. Kesaksian hidup itu sungguh memperkokoh posisi Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristus di dunia. Ia tidak ingin kalau pelayan-pelayan umat bertindak tidak sesuai dengan martabatnya dan tidak memperhatikan kaum miskin.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ