TENANG BERSAMA YESUS
12 December 2018
Rabu, 12 Desember 2018
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”. ---- Matius 11:29
HIDUP INI penuh ketidakpastian. Banyak gangguan dan cobaan di sekitar kita. Semua ini membuat kita menjadi tidak tenang, kuatir, gelisah dan perasaan negatif yang muncul dalam pikiran dan hati kita. Dalam kondisi seperti ini kita pasti menjadi bingung karena kita menjadi tidak dapat berkonsentrasi, tidak tahu apa yang akan kita lakukan.
Dalam kondisi ‘stress’ seperti ini, berdoapun mungkin tidak dapat kita lakukan karena kita tidak dapat lagi berpikir dan bertindak dengan normal. Terasa semua menjadi tidak kacau. Yang perlu kita lakukan ialah datang pada Tuhan dan biarkan Dia yang mengangkat kita dari segala masalah tersebut. Nabi Yesaya juga mengatakan “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” (Yes 40:29).
Yesus adalah Gembala yang baik, dan kita adalah domba-dombanya. Tanpa gembala domba itu akan kebingungan, ke mana harus pergi dan siapa yang menjagai ? Kita dapat menjadi ‘stress’. Tetapi karena ada Gembala yang baik maka semuanya menjadi tenang. Gembala ini akan memberi makan, merawat yang luka, mencari domba yang hilang dan memberi perlindungan dari srigala yang mengancam domba-domba tersebut.
Jadi saat kita tak berdaya, letih lesu dan berbeban berat, kekuatan manusia tidak berdaya lagi untuk mengatasi semua masalah, maka kita perlu datang dan mengikut pengajaran-Nya; inilah yang dimaksud dengan “pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah padaku” (Yes 11:29). Dengan demikian maka kita menjadi ‘plong’ dan tenang karena ajaran Yesus itu enak dan relatif mudah bila kita melakukannya dengan sepenuh hati; inilah yang dimaksud dengan “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan” (Yes 11:30) --- (DAG)
Doa: Bapa, Engkau sungguh baik, selalu menawarkan ketenangan saat kami mengalami kekacauan dan ketidakmampuan. Terimakasih dan sungguh bangga, kami memiliki Bapa seperti Engkau.
Janji: “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia”. ---- Mazmur 103:8
Pujian: Personel Air Traffic Controller (ATC) AirNav cabang Palu, Sulawesi Tengah, Anthonius Gunawan Agung meninggal ketika bertugas mengatur layanan navigasi di Bandara Mutiara Sis Al Jufri. Ia rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan Batik Air ID-6231 dengan 148 penumpangnya. Dengan tetap tenang dan tanpa rasa takut, ia melaksanakan tugasnya dengan setia.
Penanggung jawab: Rm. Subroto Widjojo, SJ