TERANG SEGALA BANGSA

29 December 2023

Jumat, 29 Desember 2023

1 Yohanes 2:3-11

Mazmur 96:1-2a.2b-3.5b-6

Lukas 2:22-35



"sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." --- Lukas 2:30-32


YESUSLAH TERANG bagi segala bangsa. Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu bagi bangsa-bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi mereka yang berjalan dalam kegelapan dan menjadi kemuliaan bagi umat Israel. Demikian pernyataan yang disampaikan Simeon yang dinaungi Roh Kudus dalam bacaan Injil hari ini ketika Yesus dibawa ke Bait Allah di Yerusalem oleh kedua orang tua-Nya.  Mari kita coba renungkan hal ini lebih jauh.

Peranan Yusuf dan Maria. 

Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan (Luk 2:22) 

Sebagaimana Yusuf dan Maria dahulu menyerahkan Yesus kepada Tuhan, demikianlah seharusnya semua orang-tua menyerahkan anak mereka dengan tulus hati, kepada Tuhan. Mereka harus berdoa senantiasa agar sejak awal sampai akhir kehidupan setiap anak, ia akan melakukan kehendak Tuhan, melayani dan memuliakan Allah dengan pengabdian sepenuhnya.

Mereka menyerahkan Yesus kepada Tuhan dengan mempersembahkan sepasang burung tekukur (Luk 2:24). Persembahan sepasang burung tekukur menunjukkan bahwa Yusuf dan Maria itu miskin (bdk Im 12:8). Namun kemiskinan mereka tidak menghalangi mereka melaksanakan kewajiban sebagai orangtua mentaati hukum Tuhan.

Simeon Yang Benar dan Saleh

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya (Luk 2:25)

"Benar" atau "tulus" adalah terjemahan dari kata Yunani _dikaios_, artinya "lurus". Kata ini tidak hanya berarti kepatuhan kepada perintah-perintah, tetapi menunjukkan bahwa seseorang benar di hadapan Allah, baik dalam hati, pikiran maupun tindakan.

Kebenaran yang dicari Allah adalah kebenaran yang datang dari hati, berdasarkan iman dan pengharapan yang benar kepada Allah serta kasih dan takut akan Allah. Simeon menunjukkan sifat khas diatas yang sama di dalam hidupnya; Ia menantikan penghiburan bagi Israel dan  Roh Kudus ada di atasnya.

Yesuslah Terang Bagi Segala Bangsa

Simeon yang penuh dengan Roh Kudus dan menantikan penghiburan bagi Israel, ketika melihat Yesus ia menyambut Anak itu dan berkata;

" ..mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,

yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,

yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."  (Lukas 2:30-32)

Pada saat keadaan rohani yang menyedihkan, Simeon yang benar itu tetap setia kepada Allah dan penuh dengan Roh Kudus, sambil menanti dengan iman, kesabaran, dan kerinduan yang besar akan kedatangan Mesias. Begitupun pada hari-hari terakhir dalam zaman sekarang, sementara ada orang sedang meninggalkan iman dan pengharapan yang penuh berkat akan kedatangan Kristus, akan selalu ada Simeon-Simeon yang setia.

Orang lain mungkin menaruh harapannya kepada hidup ini dan dunia ini, tetapi orang yang setia akan bertindak seperti hamba yang patuh yang tetap berjaga-jaga sepanjang malam gelap, sambil menantikan tuannya kembali (Mat 24:45-47). Berkat terbesar kita ialah memandang muka "Yesus Kristus", siap siaga pada saat Dia datang dan hidup selamanya di hadapan Dia. Karena Yesuslah terang bagi kita semua. (A Hendro S).

 

DOA: ”Yesus Kristus terang bagi segala bangsa, teguhkanlah iman dan pengharapan kami kepada-Mu, hadapkanlah wajah-Mu kepada kami, karena kami rindu melihat keselamatan yang dari pada-Mu melanda segala bangsa di bumi ini. Demi Kristus Tuhan dan Juruselamat kami, Amin.”

JANJI: ”Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan  yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya  di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan  yang ajaib di antara segala suku bangsa.” - Mazmur 96:2-3 

PUJIAN: Santo Thomas Becket, Uskup Canterbury yang hidup sederhana dan gigih membela hak-hak gereja dari pihak manapun. Ia meninggalkan gelanggang politik sebagai penasehat raja dengan segala kemewahan duniawi dan lebih memusatkan perhatian pada bidang kerohanian, kasih amal dan study teologi. Ia tidak setuju dengan uskup-uskup yang memihak kepada raja, dengan izin Paus Aleksander III ia  mengekskomunikasikan mereka. Hal ini membuat raja sangat kesal dan marah, ia dibunuh di depan Sakramen Mahakudus. Thomas dari Canterbury segera dihormati sebagai orang kudus dan tempat ia dibunuh sebagai tempat suci.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.