TERBUANG KE ‘DAERAH MERAH’
27 March 2021
Sabtu, 27 Maret 2021
Yehezkiel 37:21-28
Mazmur 31:10-13
Yohanes 11:45-56
“Aku akan ...mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah-nya.” Yehezkiel 37:23
UMUMNYA KITA tahu bahwa seorang nabi ialah yang bisa bernubuat, mengatakan sesuatu hal masa depan. Tetapi sebenarnya nabi adalah orang yang mendengarkan sabda Allah, dan ingin berbagi dengan kita apa yang ia dengar dari Tuhan. Dan kepada nabi Yeheskiel, Allah memberi satu kata yang terus diulang-ulang oleh sang nabi: bahwa, YAHWE itu Tuhan! Bukan si penguasa di tanah pembuangan orang Israel, bukan juga dewadewa di tanah pengasingan yang menjadi Tuhan dan Penyelamat mereka. Hanya ‘Yahwe’ dan tiada yang lain, yang memiliki kuasa dan wewenang serta kehendak untuk memulihkan Umat-Nya.
Dan pesan itu menjadi sangat bermakna, karena saat itu orang-orang Yahudi terbuang dalam pengasingan, terjauhkan dari Tanah Terjanji yang mereka telah nikmatik beberapa tahun. Tempat pembuangan adalah tempat yang serba asing, tak terbiasa. Meskipun demikian Tuhan telah berjanji kepada mereka akan membawanya kembali ke tanah mereka semula. Mereka tak lagi akan terpecah dan terbagi-bagi. Mereka tak akan lagi terisolasi dan ditinggalkan. Allah akan mengembalikan mereka dan mereka akan menjadi Umat-Nya. Yahwe ingin menggembalakan mereka lagi dan kembali dan menciptakan damai bagi mereka dan Ia akan berada berserta mereka selamanya. Dan kita?
Sangat sedikit dari kita yang secara fisik terbuang jauh dari tempat tinggal. Tetapi kita bisa terbuang dan terasing dari Kerajaan-Nya. Kita bisa membuang diri ke daerah ‘gelap’. Di tiap tempat memiliki ‘dewa berhala’ masing-masing. Kita-kita memiliki dosa-dosa khusus. Banyak dari generasi sekarang terbuang ke tanah tempat-tempat obat-obat terlarang, ke tanah yang penuh sakit hati, marah dan penolakan. Bisa saja kita terbuang ke tanah yang penuh kebohongan, kesombongan, iri, penuh kebiasaan menipu, mencuri, saling menjegal.
Tanah pengasingan kita gelap gulita dan Yehezkiel punya kata pembebasan: Allah mau membawa kita kembali ke bumi terjanji. Dan hanya Dia-lah Allah yang sesungguhnya, yang mahakuasa dan yang membebaskan kita dan menempatkan kita ke dalam Kerajaan-Nya. Bagimanapun keadaan hidup kita, betapa sakit dan luka batin kita dan betapapun ‘mbandel’ dan kerasnya hati kita, Ia jauh lebih agung dan penuh peduli. Ia telah mengulurkan tangan-Nya. Mari kita sambut tangan-Nya. (SW)
DOA: “Ya Bapa, aku percaya, Dikaulah Tuhan dan Allahku. Tuntunlah aku dengan tangan-Mu dan dan bawalah aku kembali ke Kerajaan-Mu!”
JANJI: “Kayafas, Imam Besar tahun itu berkata kepada mereka, ‘...kamu tidak insaf bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati bagi satu bangsa, daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Yohanes 11:50
PUJIAN: Besok pagi kita rayakan Minggu Palma – mengenang sengsara Tuhan Yesus, awal dari Pekan Suci. Ini saatnya juga kita sambut Sakramen Rekonsiliasi, sebagai persiapan Pembaruan Janji Baptis kita.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ