TERTARIK AKAN KASIH-NYA
27 April 2020
Senin, 27 April 2020
St. Petrus Kanisius
Kisah Para Rasul 6:8-15
Mazmur 119:23-24, 26-27, 29-30
Yohanes 6:22-29
“Mereka lalu naik ke perahu-perahu itu, lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus” - Yohanes 6:24
SETELAH MEMBERI makan lima ribunan orang, Yesus-pun lalu mengundurkan Diri. Dan orang-orang yang masih tinggal, mencari-cari Yesus. Mereka mencari Yesus itu, apakah karena mereka telah dikenyangkan hanya dengan lima roti dan dua ekor ikan? Apa yang sebenarnya mendorong mereka mencari Yesus? Mukjizat-Nya? Mendapat santapan gratis? Keterkejutannya atas peristiwa-peristiwa dan ketemu dengan Pribadi yang menarik dan memikat? Tetapi mungkin mereka sendiri juga tidak tahu apa yang mendorong mereka mencari Yesus!
Yesus telah memuaskan mereka dengan kebutuhan jasmaninya, yakni makan. Tetapi tak ada sesuatu yang luar biasa dengan makan lalu kenyang! Sebenarnya apa yang mendorong mereka mencari Yesus, apakah ada sesuatu dalam Diri Yesus yang kuat menarik mereka? Ya ada. Kasih-Nya! Kepedulian-Nya! Yesus menunjukkan kepada mereka kepedulian-Nya, perhatian-Nya, kasih-Nya. Bukan hanya kebutuhan perut mereka tetapi juga kebutuhan mereka untuk disapa dan dicintai. Cinta-Nya yang tanpa pamrih, kepedulian-Nya yang hangat telah menembus lubuk hati mereka. Mereka merasa tertarik oleh apa yang mereka alami sampai mereka mau menyebrangi danau menuju pelabuhan di sebrang untuk menemukan Dia kembali. Mereka masih rindu untuk merasakan sentuhan kasih-Nya!
Dan kita? Sewaktu kita khusuk berdoa, asyik mendalami pesan Kitab Suci, ikut hadir dalam Ekaristi atau melakukan devosi lainnya – entah novena ini-itu-, di situ ada ‘sesuatu’ yang sebenarnya yang kita cari! Rasa lapar apa yang merayap dalam hati kita? Orang-orang tadi berani menyebrangi danau untuk bertemu Yesus kembali, demikian pula kita, Yesus tetap sama, dulu-sekarang dan selamanya-, ingin menyapa, menjamah dan mengasihi kita!
Pertanyaan kita sekarang ialah apakah diri kita mau dan bersedia mencari Yesus dengan tatapan atau arah panah seperti orang-orang yang mengalami penyajian pemecahan roti dan ikan yang mengagumkan? Bila tidak, baiknya kita mengundang Yesus dan membiarkan Yesus memberi santapan kepada diri kita. Dan kita katakan kepada-Nya, “Yesus, aku sangat lapar dan haus akan kasih sayang-Mu!” Kalau sudah tahu dan mengalami kasih-Nya, jangan takut memohon apa saja kepada-Nya. Kasih Yesus itu tidak pernah habis-habisnya.
Dalam Misa pagi ini atau dalam kesempatan doa apa saja, bukalah hati anda. Tentu Dia akan mengisih hati anda dan memuaskan anda dengan Kasih-Nya.
DOA : Ya Yesus, sentuhlah diriku dengan hidup dan kasih-Mu, dan tariklah diri untuk semakin dekat pada-Mu!
JANJI : “Apa yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?... Inilah yang dikehendaki Allah, yaitu hendaknya kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” - Yohanes 6:29
PUJIAN : Pada awal adanya Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) di Pohsarang, Kediri, Jawa Timur, hanya ada beberapa orang saja. Setelah mereka merasakan jamahan kepdulian dan kasih Yesus lewat Umat-Nya, mereka ditantang tiap tahun memperkenalkan Yesus kepada salah saudara-saudarinya. Dalam waktu lima tahunan sudah terbentuk stasi, dan umat semakin berkembang. Akhirnya sebagai ucapan syukur, lahirlah tempat peziarahan Maria Pohsarang
Penanggungjawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ