TIADA PENGORBANAN BETAPA KECILPUN YANG DIREMEHKAN TUHAN
25 May 2021
Selasa, 25 Mei 2021
Sirakh 25:1-12
Mazmur 50:5-8, 14, 23
Markus 10:28-31
“Kami telah meninggalkan segala-galanya dan memgikuti Engkau?” Markus 10:28
PERISTIWA ANAK Muda Kaya ‘bertanya pada Yesus’ berdampak pada diri para rasul. Anak muda itu bertanya bagaimana untuk dapat memperoleh hidup kekal’ dan Yesus menjawab patuhi dan taati perintah Allah. Anak muda kaya menjawab, “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku”. “Hanya satu lagi kekuranganmu, …”, Yesus menimpali. “Pergilah dan juallah apa yang kau miliki,...!” Mendengar itu orang kaya ini menjadi kecewa lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya” (Mrk 10: 20-22). Yesuspun berkomentar: Alangkah sukarnya orang yang ber-uang masuk ke dalam Kerajaan Allah!”
Para murid mendengar pembicaraan itu, hati mereka menjadi ciyut. Mereka menganggap orang muda kaya itu layak menerima hidup kekal, ternyata tidak mungkin! Kalau begitu, apakah ada orang yang akan selamat? Dan di sinilah Petrus memberi reaksi, “Kami ini telah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Engkau!”
Dan Yesus cepat tanggap memberi jaminan kepada Petrus, bahwa Dia melihat pengorbanan apa saja yang Petrus telah lakukan! Tidak hanya Yesus mengakui akan segala pengorbanan Petrus dan para murid lainnya lakukan, Yesus memberi jaminan adanya berkat bagi mereka, baik dalam hidup sekarang di dunia dan nanti di hidup kekal di surga. Janji Yesus ini tidak hanya berlaku bagi pengorbanan yang besar-besar, tetapi juga pengorbanan yang kecil-kecil dan sederhana, upama membantu tetangga yang sangat membutuhkan pertolongan, tidak membalas sindiran yang menyakitkan, mendoakan orang yang dalam musibah dll. Apalagi kalau kita bertobat, berbalik dari cara hidup lama.
Mereka tidak takut membayar harga untuk menjadi murid-Nya. Ia menuntun para murid-Nya lebih jauh lagi, yakni masuk lebih dalam ke dalam hidup-Nya. Yesus berkenan akan apa yang telah kita lakukan dan korbankan. Yesus tak akan lupa itu semua.
Lalu? Tetap terus mengikuti Yesus sampai akhir? Inginkah hidup kita dipenuhi dengan berkatNya yang melimpah?
Yuk, ikuti terus jejak-Nya. Selalu terbuka hati kepada-Nya. Biarkah Yesus melepas ikatan-ikatan hidup dari koderat lama kita, setahap dan perlahan! “Segala sesuatu mungkin bagi Allah”. Dan Ia akan memberi berkat-Nya seratus kali lipat, juga dalam hidup di dunia ini. (SW)
DOA: “Tak ada jejak langkahku mendekat-Mu yang tak Engkau ketahui. Terima kasih Yesus atas janji Hidup Kekal pada kami.”
JANJI: “Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu!” Markus 10:31
PUJIAN: Suatu keluarga kaya mempunyai satu anak perempuan, yang cantik, cerdas dan pandai dalam pergaulan. Ia diharapkan akan meneruskan usaha orang tuanya. Tetapi anak itu setelah selesai studi strata dua dan beberapa tahun bekerja memutuskan untuk masuk biara. Orang tua kaget dan terpukul. Kemauan baja sang anak melunakkan hati orang tua. Akhirnya orangtua justru menjadi bangga.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ