TIADA YANG MUSTAHIL

29 July 2021

Kamis, 29 Juli 2021

St. Martha

1 Yohanes 4:7-16

Mazmur 34:2-11

Yohanes 11:19-27/Luk 10:38-42


“Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkau Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dunia.” Yohanes 11:27


HARI INI kita memperingati Santa Martha, orang yang imannya ‘luar biasa’. Apa yang diungkapkan oleh Santa Martha mengingatkan kita akan sabda Yesus, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya” (Mrk 9: 23). Atau sewaktu Yesus memberi komentar tanggapan para murid menganggap tak akan ada yang akan selamat, setelah mereka menyaksikan pemuda kaya yang patuh dan setia akan hukum Taurat, mundur atas tawaran Yesus ikut Dia, dengan menjual segala miliknya. Para murid kaget dan bergumam, ‘lalu siapa yang dapat selamat?’ Langsung Yesus menegaskan “bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Mat 19: 26). 

Martha begitu besar mencintai Yesus. Sewaktu Lazarus, saudaranya, meningggal, ucapan Martha tercatat dengan tinta mas dalam Kitab Suci, tentang imannya maha agung akan Yesus “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkau Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dunia” (Yoh 11:27). Wow, begitu gila dia, sampai berani mengutarakan imannya itu.

Mengapa? Empat hari, Lazarus sudah dalam kubur. Dari perhitungan orang waras, tubuh sudah mulai membusuk, tetapi Martha tetap percaya. Meski kesaksian dari mata, telinga dan juga hidung begitu meyakinkan, Martha tetap bangkit berdiri menyerukan pekik iman akan Yesus sebagai Tuhan. Meski sebagai manusia, apalagi wanita, tentu mempunyai kelemahan-kelemahan, tetapi Martha tetap beriman teguh dan kuat. Kita menghormati Martha, karena meski sekelilingnya nampak redup, Martha mampu beriman besar dan kokoh serta tetap bersinar.

Martha mengajar kita agar kita tidak meremehkan iman dan rahmat anugerah Allah. Martha meyakinkan kita tak perlu kita memberi batas-batas pada diri kita, atau berpikir kalau kita itu tak mungkin memiliki orang-orang suci yang besar seperti Santo Petrus, Maria dan Martha sendiri.

Dia telah menunjukkan kepada kita, di tengah krisis Pandemi, seperti kematian saudaranya tercintanya, tetap bisa menjadi saat-saat ilahi yang menuntun kita untuk beriman yang sejati. Martha mengajar kita bahwa iman bisa tumbuh berkembang dalam waktu-waktu yang biasa dalam kesempatan-kesempatan khusus, seperti sewaktu Yesus berkunjung ke rumah Martha dan mengundang Martha dan kita memiliki iman yang semakin mendalam.

Martha mengajar kita, bahwa tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. (SW)

DOA: “Ya Yesus, kami percaya kepada-Mu dan kepada janji-janji-Mu. Kami mau hidup selalu hanya untuk-Mu.”

JANJI: “Barang siapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia, dan dia di dalam Allah.” 1 Yohanes 4:15

PUJIAN: Ada guru agama dalam mengajar kepada para calon baptis dewasa, bahwa Maria dan Martha, kedua kakak-beradik saudara Lazarus yang meninggal itu adalah orang ‘extrovert’ dan ‘introvert’. Kepada para calon baptis dewasa itu diharapkan dalam diri mereka ada ‘pribadi Martha’ yang peka akan kebutuhan orang lain dan aktif melayani serta beriman kuat, juga ‘pribadi Maria-saudarinya’ yang saleh beribadat rajin mendengarkan Sabda Allah dan berdoa.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.