TIDAK  PAMER

21 June 2023

Rabu, 21 Juni 2023

Pw S. Aloisius Gonzaga

2Kor. 9: 6-11;

Mzm. 112: 1-2,3-4,9;

Mat. 6:1-6,16-18.


“Janganlah kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang, supaya dilihat mereka” --- Mat 6:1


Kita hidup pada era yang tidak perlu lagi sungkan untuk memamerkan segala sesuatu yang kita lakukan lewat media sosial. Semua jenis kegiatan bisa kita upload untuk update status. Kita dianjurkan menjadi percaya diri dan self-assertive alias tidak ragu-ragu untuk membusungkan dada dan bangga akan apa yang kita lakukan. Bila kita membagikan sembako atau memberikan derma kepada warga yang kurang beruntung, kita terbiasa mengeksposnya lewat instagram, Facebook, dan lain-lain. Jika demikian, apakah sabda Yesus hari ini masih relevan: “Apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu? (ay. 2).

Yesus tidak melarang kita memberitakan perbuatan baik yang kita lakukan. Namun, Ia memperingatkan kita agar tidak jatuh dalam pencarian pujian kosong, seperti orang-orang munafik. Jangan lakukan perbuatan baik hanya demi mencari apresiasi, tepuk tangan atau acungan jempol likes. Dengan mengatakan, “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (ay. 3), Yesus sedang menunjukkan kepada kita cara melatih kerendahan hati dan intensi murni. Orang yang rendah hati dan berintensi murni tetap memberi sedekah meskipun sama sekali tak ada orang yang melihat dan memujinya. Jika ada yang memuji, disyukurinya; tetapi jika tidak pun, sedekah terus ia berikan. Sebab orang yang tulus dan rendah hari percaya “Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (ay. 18). (Obor)

 

DOA: “Murnikanlah niat kami, dalam mewartakan kebaikan”, Amin.

JANJI: ”Apabila berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jagan dilihat oleh orang, bahwa kamu sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang di ada di tempat tersembunyi , maka Bapammu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”. Mat 6: 18.

PUJIAN: S. Aloysius Gonzaga. Ia lahir 9 Maret, 1568, di Mentua, Italia, dari keluarga kaya dan berkuasa. Biasa ia dipanggil Luigi. Waktu usia 9 tahun, mengikuti hidup dan studi istana de Medici, di Florence. Ia merasa hidup di tengah suasana asusila. Di situ ia menyadari adanya panggilan ilahi. Ia berikrar mau hidup murni, dan terus berdoa agar Tuhan melindunginya.  Th 1582, ia pindah ke Spanyol ia tinggal di istana Yakonus, anak raja Spanyol, Filips II. Di situ ia memutuskan mau masuk Serikat Yesus. Untuk itu ia kembali ke Roma, 1584, orang tua menolak dengan tegas, karena ia harus mempertahamkan gelar kebangsawanannya dan harta warisannya. Segera ia menyerahkan hak warisannya kepada adiknya. Akhirnya ia diterima masuk Serikat Yesuit oleh Pater Jendral, Claudius Aquaviva. Dan ia    masuk Novisiat Yesuit, S. Andreas di Roma. Selesai Novisiat 2 tahun, Ia mengucapkan  kaulnya pertama. Prestasinya yang tinggi dalam ilmu humniora, dan ilmu2 lainnya, ia diperbolehkan meneruskan studi Teologi di Kolese Roma. Ternyata ia sangat mampu mengikuti studi Teologi. Kawan2nya sangat menyeganinya karena sifat2tnya yang penuh kasih, rendah hati serta ketaatannya. Ini membuat ia menjadi tokoh idola dan teladan bagi teman2nya. Ia terlibat aktif merawat korban pes di Roma. Akhirnya sendiri terjangkiti virus pes ini, dan tiga bulan ia menderita  dan meninggal tgl 21 Juni, 1591, di hari Oktaf pesta Tubuh dan Darah Yesus. Ia dikuburkan di Anunzita dekat Kolese Roma. Kemudian jenasahnya dipindah ke gereja St. Ignatius, di Roma.  Ordo Yesuit (SJ) yang didirikan oleh St. Ignatius dan teman2, dalam lima abad, disemarakkan oleh oleh orang-orang kudus muda,  seperti, Ss. Stanislaus Kostka, Yohanes Berchmans serta  Aloysius Gonzaga ini  menjadikannya daya tarik bagi panggilan  kaum muda untuk  masuk Yesuit, selain tokoh besar seperti Fransiskus Xaverius, Petrus Kanisius dan Ignatius sendiri  dengan semboyannya, AMDG (Demi Tambah besarnya Kemuliian Allah).*****

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.