TIDAK TERPAPAR – TIDAK TERCEMAR
30 March 2020
Senin, 30 Maret 2020
Daniel 13:1-9, 15-17, 19-30, 33-62
Mazmur 23:1-6
Yohanes 8:1-11
“Berserulah ia (Daniel) dengan suara nyaring: ‘Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan ini !' " - Daniel 13: 46
BANYAK WAKTU kita habiskan untuk menghakimi para pelacur daripada memerangi dan membrantas pelacuran. Peperangan kita tidak melawan pelacuran di kalangan manusia dan melawan iblis di baliknya. Pertempuran kita tidak melawan kekuatan manusia melainkan melawan kuasa-kuasa pasukan iblis (Ef 6: 12). Seperti Yesus kita harus berketetapan melawan kuasa jahat (Yoh 8:6). “Lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu” (Yak 4:7).
Perlu kita menjadari bahwa tempat medan tempur kita pertama adalah di dalam diri kita sendiri, yakni dalam hati kita. Dalam hati kita ada ‘semangat Farisi’. Inilah yang harus kita ganyang (Yoh 8: 3). Kita juga pertama tama membuang balok yang ada di mata kita sendiri lebih dahulu (Mat 7:5). Baru kemudian kita membantu teman untuk mengeluarkan selumbar yang ada dalam penglihatannya. Kalau kepatuhan kita kepada Tuhan itu sempurna, maka kita mampu untuk menundukkan segala macam pikiran kita yang aneh-aneg menjadi ‘tawanan’ kepada Kristus (2 Kor 10: 5-6).
Singkat kata, yang pokok ialah kita perlu mengasihi para pendosa, dan benci pada dosa-dosanya. Dan kita sendiri perlu bertobat secara pribadi lebih dahulu, sebelum mengajak orang lain bertobat. Kita telah diberkati Tuhan, maka kita mampu melakukan itu semua. Maka kita tentu akan berhasil dengan bantuan-Nya.
DOA : Dalam Masa Pra-Paska ini, kita lakukan pertobatan pribadi, melakukan amal kasih.
JANJI : “Yesus berkata: ‘Akupun tidak menghukum engkau.. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi!” - Yohanes 8: 11
PUJIAN : David berdoa untuk kakaknya yang meninggal Gereja, sambil berbagi pengalaman imannya, agar kembali kepangkuan Gereja lagi.