TINGGAL DI PADANG  GURUN

24 June 2021

Kamis, 24 Juni 2021

HUT St. Yohanes Pembaptis

Yesaya  49:1-6

Mazmur 139:1-3, 13-15

Kisah para Rasul 13:22-26

Lukas 1:57-66, 80

 

“Ia tinggal di padang gurun sampai pada hari ia harus menampakan diri kepada Israel!” ---Lukas 1:80

 

TIAP TANGGAL 24 Juni, kita rayakan Ulang Tahun Kelahiran Yohanes Pembaptis. Profisiat bagi umat yang berpelindung pada beliau. Mari kita, khususnya yang ‘pesta nama’, sejenak mencoba memaknai apa artinya ‘tinggal di padang gurun?’

‘Tinggal’ berarti berada dan  hidup di situ untuk beberapa tahun sampai dewasa. Bila anda seperti Yohanes Pembaptis hidup di pada gurun, kepribadian anda akan seperti dia, yakni berkepribadian ‘keras dan tahan banting’.

Itu tepat seperti ditulis dalam Injil, ia makan “belalang dan madu hutan”, berpakain bulu unta dan berikat pinggang kulit (Mat 3:4). Sewaktu muncul, ajakan kotbahnya selaras dengan penampilannya, “Bertobatlah!” Saat penghakiman telah tiba ! “Kapak sudah  tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api!” (Luk 3:9).

Hidup di pada gurun juga bisa menjadi kesempatan untuk berdoa dan bermeditasi. Memandang luasnya padang gurun, menatap langit di atas  di waktu malam, tenggelam dalam keheningan, tentu membawanya lebih dekat pada Allah. Nampaknya itu juga menjadi cakrawala ideal bagi seseorang untuk mendengar sabda Allah, dan kemudian mewartakannya kepada umat yang Tuhan kehendaki. Maka saat Yohanes itu berkotbah, bukan dengan kata-kata kosong dan hampa, tetapi berbobot sebab dia sendiri telah menghayatinya.

Kita-kita ini juga butuh untuk pergi ke suatu ‘padang gurun’ untuk mencari Allah! Memang sebenarnya kita perlu tiap hari pergi ke ‘sana’ dan ini sangatlah penting bagi kehidupan rohani kita ! ‘Pada gurun’ mengadung arti ‘sepi-tenang-dan hening’. Maka kalau kita memutuskan untuk berdoa, kita perlu cari waktu dan tempat yang memungkinkan ada suasana ‘sepi-tenang-hening’ itu. Di situ Allah rindu mendengarkan suara kita, dan sebaliknya Dia juga ingin agar kita mau mendengarkan Dia. Karenanya perlu kita menjaga diri jangan sampai diganggu oleh ‘pelanturan’ dari pikiran kita, supaya sabda-Nya merasuk dalam-dalam ke hati kita.

Menunggu Allah bersabda kepada kita, seperti berada di ‘padang gurun’, bukanlah suatu  pemborosan waktu ? “Bukan”! Tuhan Allah tahu benar kebutuhan hati kita.  Dia ingin sekali bersabda kepada kita. Maka perlu kita memilih tenang dan hening. Dan kita akan disegarkan oleh sabda-Nya. (SW)

DOA: Ya Tuhan, bantulah aku untuk bisa mengesampingkan apa saja agar aku dapat mendengarkan Engkau,sebab sabda-Mu adalah Roh dan Kebenaran!

JANJI: “Menjelang kedatangan-Nya, Yohanes  telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel suoaa mereka mereka bertobat dan memberi diri dibaptis” --- Kisah para Rasul 13: 24

PUJIAN: Di Pertapaan Cikanyere, terletak pada bukit. Ini masuk Keuskupan Bogor. Pertapaan itu memiliki tempat yang disebut ‘padang gurun’. Ini bukan suatu tempat seperti padang terbuka, tetapi justru tempat yang rimbun di tengah hutan. Kalau mau  kesana kita harus turun naik kendaraan jeep , lewati jalan terjal. Tinggal di situ, kita ditemani oleh kera-kera yang malam hari datang memakan jagung, pisang yang ada di sekitar tempat itu. Itulah tempat yang sepi dan sepi, Ideal untuk retret pribadi, retret seminggu atau sebulan, untuk berwawancara dengan Tuhan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.