TOBAT DAN HIDUP LURUS

23 October 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021

 St. Yohanes dr Kapestrano

Roma 8:1-11

Mazmur 24:1-6

Lukas  13:1-9

 

“Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa secara demikian” Lukas 13:3,5

 

INJIL HARI INI berkisah dua peristiwa yang terjadi seputar saat itu: Pilatus membunuh orang Galilea di Yerusalem yang protes dan darah mereka dicampur dengan darah kurban di Bait Suci, dan kedua, peristiwa robohnya Menara Siloam yang menimpa 18 orang mati. Orang-orang Yahudi berkeyakinan nasib celaka mereka akibat dari dosa-dosa mereka.

Yesus meluruskan cara-pandangan miring itu. Dia mengajak orang-orang bertobat, mengubah arah hidup mereka, sebab mereka akan mengalami nasib yang ‘secara demikian’, bila tidak bertobat. Mereka juga dapat terperangkap dalam situasi yang sama, dalam sekejab,  terpelosok dalam keadaan yang di luar kontrol mereka. Hidup mereka dapat tercabut dalam sesaat.

Oleh karena itu mereka diharap selalu siap sedia. Peristiwa naas bisa menimpa baik orang yang jahat maupun yang saleh. Tak selalu orang itu dihukum karena pelanggaran mereka. Hukum universal itu tidak memandang bulu, orang benar atau orang jahat. Kekerasan, bencana, tragedi, kecelakaan dan malapetaka seperti itu sama sekali tidak mempertimbangkan hidup moral orang.  Memang ini sangat membuat sedih.

Sebenarnya kita enggan memikirkan hal itu, jujur saja kita memandang hidup ini tidaklah seperti itu. Tetapi itulah yang terjadi. Itu yang ada. Dan tidak ada jaminan apa-apa.

Memang bencana  tak pandang bulu. Malapetaka dapat  menimpa semua orang; orang saleh dan orang jahat sama-sama dapat menjadi korban. Tetapi iman kita bisa berpandangan berbeda. Kita percaya akan adanya akhir zaman. Adanya Pengadilan Akhir. Kualitas hidup kita akan mewarnai putusan pengadilan akhir itu yang hendak kita terima.

Kalau hidup kita sekarang ini seperti pohon ara yang tak berbuah, kita masih memiliki waktu untuk berbuah yang  berlimpah. Semoga kita tidak men-sia-siakan waktu yang Tuhan beri. Waktu itu adalah rahmat. Betul kata nyanyian “Hidup ini adalah Kesempatan”: kesempatan untuk melayani Tuhan, untuk menjadi berkat bagi sesama, untuk berbuah secara melimpah.

 

DOA: Tuhan, semoga aku memanfaatkan waktu yang Tuhan beri sebaik-baiknya, untuk hidup secara bijak.

JANJI: “Mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. … (dan) keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera”  Roma 8:5,6

PUJIAN: Dari peristiwa ‘bom bunuh diri’ di Gereja Katedral Makasar, Minggu, 28 Maret, 2021 yang lalu–, meski bencana tidak pandang bulu- dalam jarak sangat dekat, ‘koster’ yang menghadang pelaku bom bunuh diri, tidak mengalami luka-luka yang berarti, sedang tubuh kedua pelaku tercabik berkeping-keping. Ada campur tangan Allah. (Oleh: S. Widjojo)

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.