TUGAS PEMBERITA INJIL

01 May 2018

Selasa, 1 Mei 2018

St. Yosef  - pekerja

Kisah Para Rasul 14:19-28

Mazmur 145:10-11,12-13ab,21

Yohanes 14:27-31a


“Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus 
dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka,
bahwa ia telah mati.
” ----Kisah Para Rasul 14:19

 

MEMAHAMI DAN MENGHAYATI  tugas Pemberita Injil pada masa lalu ternyata sangat menakutkan karena resiko yang harus mereka tanggung. Selain ancaman dimasukkan ke dalam penjara, nyawa mereka juga menjadi taruhan. Termasuk para rasul yang meregang nyawa karena komitmen mereka menjalankan misi suci yang Yesus berikan.

Kondisi yang tidak menyenangkan tidak menjadi halangan yang menyurutkan langkah mereka. Kuasa Roh Kudus menuntun mereka untuk senantiasa taat kepada Allah. Mereka terus berbicara dengan berani mengenai apa yang telah mereka lihat dan dengar sehingga membuat banyak orang semakin mengenal Yesus. Mereka juga memegang teguh pesan Yesus untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk agar semua yang percaya diselamatkan.

Pada masa kini, para Pemberita Injil pun sering mengalami tantangan, baik yang berasal dari dirinya sendiri maupun orang lain. Semua tingkah laku mereka  diamati oleh orang-orang yang tidak menyukai pemberitaan Injil. Satu saja kesalahan yang diperbuat oleh mereka mengakibatkan tereliminasinya semua kebaikan yang telah dilakukan. Orang-orang yang tidak mengenal Yesus akan terus mencari kesalahan dari para pemberita Injil. Itulah mengapa seorang pemberita Injil perlu menjalin relasi pribadi yang sangat erat dengan Yesus, sebagai pemberi amanat agung.

Pemberita Injil juga harus sering memeriksa diri, jangan-jangan ada cacad cela dalam tutur kata dan sepak terjang yang menghalangi pelayanan pewartaan di kalangan umat sendiri. Seringlah meminta ‘feedback’ dari teman. Semuanya ini diperlukan untuk menjaga diri dari segala godaan sehingga tidak menjadi batu sandungan bagi pemberitaan Injil Kerajaan Allah.

Relasi pribadi terwujud dalam doa pribadi secara teratur setiap hari.disertai mendengarkan firman dan merenungkannya. Membaca dan mempelajari ajaran-ajaran Gereja, agar yang diwartakan selaras dengan ajaran Gereja.

Sebagai umat awam, kita pun hendaknya rajin mendoakan mereka agar tugas pemberitaan Injil tetap dapat mereka lakukan dengan penuh kuasa Roh Kudus.. (LP)

Doa: Tuhan Yesus, bimbing dan berkatilah para Pemberita Injil-Mu agar mereka senantiasa mewartakan Engkau, dan membawa banyak jiwa mengenal-Mu dan hidup selaras dengan kehendak-Mu .        

Janji: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”  ----  Yohanes 14:27

Pujian: Meski darah bangsawan mengalir dalam diri Santo Yusuf, namun kesalehan dan kesederhanaan terlihat dalam hidupnya. Keteladanannya ini telah meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah. Santo Yusuf, doakanlah para karyawan/buruh yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. 

Penanggung jawab RH: RRm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.