TUHAN BERADA DI TENGAH UMAT
21 March 2023
Selasa, 21 Maret 2023
Hari Biasa Pekan Prapaskah IV
Yeh 47:1-9, 12
Mzm 46: 2-9
Yohanes 5:1-3a.5-16
“Kemana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup” --- Yeh 47: 8
Nabi Yehezkiel membawa kita kepada pengertian dan pemahaman, bagaimana Tuhan berada di tengah-tengah umat-Nya. Pusat kehadiran Tuhan ada di kenisah dan dari kenisah itu digambarkan bagaimana Tuhan selalu mengalirkan rahmat dan pemeliharaan-Nya bagi kita manusia. Air yang mengalir menjadi lambang kesuburan dan lambang kehidupan. Gambaran air dan angin (spirit = roh) selalu menjadi lambang pemeliharaan Tuhan bagi kita. Dalam peristiwa penyeberangan Laut Merah atau Laut Teberau, Nabi Musa mengacungkan tongkatnya, maka air laut terbelah menjadi dua oleh karena kekuatan angin. Dan setelah Bangsa Israel menyeberangi Laut Teberau itu, oleh kekuatan angin yang sama, air laut menutup lagi tempat kering itu, sehingga menutup dan menenggelamkan tentara Mesir (bdk. Kel. 14: 21-31). Melalui pembaptisan yang telah kita terima (pencurahan dengan air atau penenggelaman di dalam kolom) kita juga dibersihkan dan dihidupkan dalam kuasa kasih Tuhan. Roh Kudus dicurahkan bagi kita sebagai yang mengangkat kita menjadi putra-putri Allah. Tuham memelihara hidup kita melalui pelbagia tanda dan sarana kehadiran-Nya. Di Gereja-gereja selalu disediakan air suci untuk mengingatkan pembaptisan kita, di beberapa paroki, pada perayaan Ekaristi awal bulan, umat direciki dengan air suci sebagai lambang pembersihan diri dan mengingatkan lagi akan pembaptisan yang telah diterimanya. Selain itu, banyak tempat ziarah juga menyertakan tempat pengambilan air sebagai lambang penyucian diri dan sebagai lambang pemeliharaan kehidupan, misalnya Gua Lourdes Sendangsono, Candi Hati Kudus Ganjuran, Sumur Kitiran Kencono Pakem. Selama masa Prapaskah ini, kita diundang untuk membarui kehidupan kita dalam pembersihan diri dan dalam kesadaran akan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Semoga kita pun tergerak untuk menjadi sarana keselamatan bagi orang lain dan semakin mampu menjadi saluran kehidupan bagi orang lain. (FXS) DOA Semoga Sabda-Mu yang kami baca dan renungkan dan sakaramen mahasusi yag kami sambut. Menjadi adi air yang menyuburkan hidup rohani saya ! JANJI “Bangunlah dan angkatlah tilam-mu dan berjalanlah!”. Yoh. 5: 8 PUJIAN Air Suci. Di pintu Gereja umumnya ada tempat air suci. Orang yang masuk Gereja mwnandsi diri dengsn lambang salib dengan jari yang telah dicelupukan ke dalam tepat ber air suci itu. Dan dalam Misa Minggu atau hari besar,setealah Doa ‘Saya mengaku; pastor memercikkan air suci kwpada umat dengan berkeliling. Air suci itu juga digunakan untu memberkati benda-benda rohani dan pemberkatan rumah dan gedung baru. Ada juga umat meminta air suci dari gereja untuk dibawa pulang dan dimanfaatkan kalau mau berdoa. Tapi Air Sucl Jangan diminum !
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ