TUHAN MEMBERI KESEMPATAN UNTUK BERTOBAT DAN BERUBAH

27 March 2023


Senin, 27 Maret 2023

Daniel 13: 1-9,15-17,19-30,33-62

Mzm 23:1-6

Yohanes 8: 1-11

 

Berkatalah Yesus kepada perempuan itu: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari

sekarang.“

Yoh 8: 11

 

Keadilan dan hukum memang dibutuhkan untuk mengatur kehidupan manusia, namun harus dibuat dan diterapkan dengan benar demi kesejahteraan umum. Kenyataannya sering kali hukum dan keadilan dibuat untuk keuntungan dan kesejahteraan mereka yang kuat berkuasa. Hal inilah yang dengan gamblang juga kita baca dalam bacaan hari ini. Perempuan yang dalam masyarakat waktu itu sangat lemah statusnya sering menjadi korban. Suasana mendapat tuduhan palsu, tanpa boleh membela diri, apalagi yang menuduh adalah pemuka masyarakat. Seruannya kepada Tuhan didengarkan


Tuhan yang mengutus Daniel untuk membelanya dengan kecerdasannya. Daniel berhasil membuktikan bahwa tuduhan itu palsu.

Dalam Injil berbeda lagi, Yesus berhasil membela perempuan yang tertangkap berzina, bukan dengan menunjukkan kepalsuan tuduhan, namun dengan menyadarkan orang-orang akan kepalsuan hidupnya: “Siapa saja di antaramu tidak berdosa, silakan lempar batu yang pertama.” Berangsur-angsur mereka pergi mulai dari yang tertua. Kata-kata singkat Yesus sangat dasyat untuk menyadarkan kita semua orang berdosa. Yesus tak hendak meniadakan hukum dan hukuman. Namun, hukum itu harus dibuat dan diterapkan dengan adil. Juga hukum dimaksudkan untuk memperbaiki, bukan membinasakan, apalagi menghilangkan hak hidup seseorang dengan hukum mati. Hukum perlu memberi kesempatan orang untuk bertobat dan berubah: “ Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” (SW)

 

DOA            Ya Tuhan, ampunilah aku orang berdosa ini, yang sering kali pandai dan licik bersilat lidah mempertahankan yang salah dan menyalahkan yang benar, demi menjaga kehormatan dan jabatanku. Semoga aku belajar bersikap adil dan jujur kepada diriku sendiri terlebih dahulu, sebelum menghukum sesamaku. Amin.

JANJI      “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku .” Mzm 23 :4

PUJIAN      Mea culpa, Sebelum Konsili Vatikan II. Tata peribadatan Misa dalam bahasa Latin. Partisipasi Umat tidak ada. Uang aktif partisipsi hanyah putra altar, putri altar masih dilang,

Semua doa dalam bahasa Latin. Putra altar harus hafal, Adegan Tobat dimulai dengan ‘CONFITEOR atau Saya mengaku’. Anak yang belajar jadi putera altar harus hafal Doa Confiteor ini. Harus lulus.

Dalam doa itu ada kata MEA CULPA sampai 3 kali. Waktu itu putra altar dengan keras mengucapkan kata MEA CULPA MEACULPA 3X dengan bangga. Selama mengucapkan MEA CULPA 3 x itu. Seperti sekarang sudah menggerakkan telapak tangan kanan pada dada, sering sampai berbunyi seperti orang memukul mukul dada dan terdengar oleh umat yang hadir khususnya yang duduk di deretan depan.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.