TUJUAN HIDUP 

07 February 2021

Minggu, 7 Februari 2021

Minggu Biasa V

Ayub 7:1-4,6-7

Mazmur 147:1-2.3-4.5-6

1 Korintus 9:16-19.22-23

Markus 1:29-39

 

 “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” --- Markus 1:38

 

PERNAHKAH KITA  merenungkan untuk ‘apa kita hidup’  ‘apa tugas panggilan kita’ ? Sebagai umat beriman, kita percaya, Tuhan yang menganugerahkan kita kehidupan. Kita saat ini masih di dunia adalah anugerahNya. Apa tujuan Tuhan dengan anugerahNya ini?

Dalam bacaan  Injil hari ini, kita melihat Yesus baru saja memanggil murid-muridNya, dan Ia sendiri baru memulai tugasNya, yaitu memberitakan Injil Allah. Sebagai murid yang dipanggil, tentu tanggung jawab melaksanakan panggilan itu hal mudah. Mereka harus meninggalkan tanggung jawab terhadap keluarganya sendiri . Mungkin hal inilah yang membuat ibu mertua Simon sakit, dan pasti menjadi pergumulan Simon. Tapi Yesus maha baik, Dia menyertai dan mengatasi setiap kesulitan orang-orang yang dipanggilNya. Dia memberikan kesembuhan kepada ibu mertua Simon, sehingga ibu mertua Simon dapat menerimaNya dengan melayaniNya karena mengalami sendiri  kuasa mujizat Yesus.

Yesus memberi contoh kepada murid-murid dan tentu kepada kita. Panggilan kita adalah memberitakan Injil dan mewartakan kebaikan Yesus dalam hidup kita. Di manapun, sepatutnyalah kita mewartakan kasihNya. Kita sudah dikaruniai, maka kitapun berbagi. Dalam melaksanakan  penggilan hidup kita, Dia tentu selalu menyertai kita. (HUI)

 

DOA: Ya Yesus mampukan kami mewartakan Engkau dalam setiap kata dan perbuatan serta karya kami. Bimbinglah kami untuk semakin mampu memuliakan Engkau dalam kehidupan kami.

JANJI: “Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan Nya tak terhingga.”- Mazmur 147:5

PUJIAN: Suster Maria Magdalena Marcucci dari Yesus lahir pada tanggal 24 April 1888 di San Gemignano di Moriano, Lucca, di Italia. Dia adalah mutiara di antara penulis mistikus abad ke 20, sebuah fenomena yang sangat langka dan istimewa. Ia wafat di Madrid, pada tanggal 10 Februari 1960 di Biara Pasionis yang ia dirikan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.