TUJUAN HIDUP MANUSIA
08 June 2023
Kamis, 8 Juni 2023
Tobit 6:10-11;7:1,6,8-13;8:1,5-9
Mazmur 128:1-2,3,4-5
Markus 12:28b-34
Hukum manakah yang paling utama? --- Markus 12:28b
BEBERAPA HARI yang lalu, ada seorang umat dalam keluarga yang sedang koma dan minta diberikan perminyakan dan kami berusaha untuk melayani umat tersebut karena berada dalam lingkungan kami, walaupun itu permintaan dari orang lain di luar lingkup keluarganya. Cukup aneh bagi kami, karena pihak keluarga sendiri tidak mau menghubungi saya secara langsung, usut punya usut, memang keluarga tersebut adalah keluarga berada dan mempunyai sikap yang arogan terhadap setiap orang, termasuk tetangga-tetangga sekitarnya. Dengan peristiwa tersebut, apakah kita jadi gentar dan urungkan niat dalam melayani orang yang sakit tersebut, dikarenakan menurut satu dua orang yang mengatakan hal yang tidak baik kepada keluarga itu?
Injil hari ini menghadirkan seorang Farisi yang benar dan datang kepada Yesus dan bertanya apa yang menjadi tujuan hidup manusia. Perintah yang utama adalah perintah cinta kepada Allah karena kita diciptakan serupa dan secitra dengan Allah. Kita berdoa, menyembah kepada-Nya dengan segala yang kita miliki dan melakukan tindakan nyata. Yang kedua adalah mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kedua relasi ini saling melengkapi, percuma kita mengatakan mencintai Allah sepenuhnya tetapi tindakan kita terhadap sesama, sama sekali tidak baik.
Pengabdian terhadap sesama adalah suatu konsekuensi dari pengabdian kepada Allah. Kalau kita mencintai Allah kita juga mencintai manusia sebagai ciptaan-Nya. (F4).
DOA: “Tuhan Yesus Kristus, berikanlah hamba mu ini hati yang bijaksana dalam perjalanan kami di dunia ini sehingga tujuan hidup kami setrutu dengan kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.”
JANJI: “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” Mazmur 128:1
PUJIAN: Di dalam tradisi Gereja Katolik Roma, Tahta Kebijaksanaan (Sedes Sapientiae (SS)), merupakan salah satu dari banyak gelar devosional untuk Bunda Allah, ciri dari abad ke-11&12 yang diciptakan oleh Peter Damiani dan Guibert de Nogent, merupakan Maria dnegan senggasana Salomon, sebagia bejana untuk inkarnasi, mengandung Kanak-kanak Yesus yang suci. Kata SS berhubungan dengan Santa Perawan Maria yang terberkati dengan kemuliaan dan dengan pengajaran. Gambaran Maria di dalam tradisi sangat populer di kalangan orang Katolik, sementara di kalangan Protestan, Bunda Maria tidak mendapatkan penghormatan.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ