TUMBUH – BERKEMBANG – BERBUAH
24 October 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020
Efesus 4:7-16
Mazmur 122:1 - 5
Lukas 13:1-9
“Ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya” -- Lukas 13:6
MESKI YESUS telah naik dimuliakan di Surga, tetapi ‘Tubuh’-Nya tetap nampak di bumi. Tubuh-Nya yaitu Gereja – Umat Allah. Kita ingat akan peristiwa pertobatan Paulus yang menganiaya dan mengejar-kejar umat kristiani – ternyata Paulus menganiaya Yesus sendiri, yakni umat beriman. Tubuh-Nya yang ada di bumi ini adalah Gereka, adalah Umat, adalah kita .
Dalam Injil hari ini, Tubuh Yesus di bumi itu diumpamakan seperti pohon ara yang tumbuh di kebuh anggur. Umat kristiani yang diumpamakan ‘pohon ara’ oleh pemiliknya sangat diharapkan telah berbuah, ternyata belum atau malahan tidak berbuah. Mau ditebang ? Pengurus kebuh anggur menanggapi, “biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul dan memupuknya, mungkin tahun depan berbuah” (Luk 13:8-9).
Ini menunjukkan kesabaran Allah. Tiadanya buah dari kita, dikarenakan tiadanya pertobatan. Tiadanya pertobatan membawa ke penderitaan atau malahan kebinasaan. Dan Bapa itu maha baik dan mahamurah memberi kesempatan kepada kita umatnya untuk bertobat.
Bertobat bukan sekedar mengakui dan menyadari dosa dan kesalahan kita. Bertobat berarti juga membiarkan diri tanah sekelilingnya ‘dicangkul’, dedahanan yang rimbun tanpa buah dipangkas. Bertobat berarti membuka diri dipupuk dan disiram, dengan ‘sabda Tuhan’ tiap hari seperti sekarang ini.
Dengan demikian ‘pohon ara’ itu akan tumbuh dan berbuah. Umat yang bertobat lalu mulai berbuah. Ini tidak berarti hanya berbuat baik saja, tetapi menjadi berkat bagi sesama. Umat yang bertobat dan disiram dengan firman Allah, menurut Paulus, lalu bertumbuh untuk berbuah dengan membiarkan diri, untuk dipilih oleh Tuhan menjadi ‘rasul, nabi, pemberita Injil, gembala umat dan pengajar’, “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan , bagi pembangunan Tubuh Kristus’ (Ef 4:11-13).
Tiada jalan lain untuk berkembang dan berbuah selain lewat 'pertobatan’. (SW)
DOA: Ya Yesus, terima kasih sekali Engkau berkenan memanggil diriku masuk ke dalam komunitas penuh kemuliaan ini, yakni Gereja.
JANJI: “Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” --- Lukas 13:5
PUJIAN: Masuk ke dalam ‘Komunitas Karismatik Katolik’ selalu diawali dengan ‘Retret Awal’, yakni ‘Seminar Hidup Baru dalam Roh’. Konkritnya peserta dituntun ke pertobatan radikal dan memberi diri untuk hidup selanjutnya dituntun dan dibimbing oleh Roh Kudus serta hidup dalam komunitas, agar berbuah dalam pelayanan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ