TUMBUHNYA PENGENALAN AKAN KEHENDAK ALLAH
30 August 2020
Minggu, 31 Agustus 2020
Minggu Biasa XXII
Yeremia 20:7-8
Mazmur 63:2-6, 8-9
Roma 12:1-2
Matius 16:21-27
“Enyahlah iblis…” --- Matius 16:23
SANGATLAH MENGAGUMKAN. Coba simak beberapa ayat sebelumnya, Petrus baru saja mengungkapkan pengakuannya, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup”, dan Yesus menyatakan bahwa kata-kata itu datang dai Allah Bapa (Mat 16:17). Tetapi tak begitu lama sesudahnya Petrus mencoba menjauhkan Yesus dari realitas ‘salib’, Yesus bereaksi keras dengan menyebut Petrus ‘Iblis’. Ada apa ini ?
Dalam dua peristiwa itu kata-kata itu berasal dari pikiran Petruslah. Itu suara mulut Petrus. Itu keputusan pribadi Petrus. Maksud baiklah yang memotivasi Petrus berucap. Tetapi, pesan yang satu dari Allah dan yang kedua datang dari Iblis.
Betapapun baiknya intensi kita, dengan apa yang saya katakan dan lakukan, bisa saja, tanpa kita sadari kita lebih berpihak pada Iblis daripada Allah. Itulah sebabnya kita perlu mengenal dan mengembangkan karunia ‘discernment’ atau penegasan rohani.
Lihat saja apa yang dilakukan Petrus di kemudian hari, ternyata ia masih dipengaruhi Iblis: di saat Perjamuan malam, dia ikut-ikutan ribut ‘siapa yang paling besar’ (Luk 22:24); ia tegaskan, dirinya tak akan menyangkal Yesus (Luk 22: 31-34, 54-62); ia mencoba menolak dibasuh kakinya oleh Yesus (Yoh 13: 5-8). Jelas di sini Petrus belum belajar dari pengalamannya sendiri.
Tetapi, itu bukan gambaran cerita keseluruhan dari diri Petrus. Perhatikan peristiwa sesudah Pentakosta: Kotbahnya mempertobatkan 3000 orang (Kisah 2: 37-41). Kesediannya mengajar Kornelius sekeluarga, meski mereka bukan Yahudi, yang memperluas pandangan rencana penyelamatan Allah bukan hanya untuk orang Yahudi (Kisah 10:25-48).
Kitapun dalam pelayanan kita bisa dipengaruhi oleh Iblis dan akhirnya kita menghalangi rencana Allah. Justru karena itulah Yesus ingin mengajar kita tentang taktik setan. Untuk kita, kita bisa berdoa mohon diberi karunia ‘discernment’. Mengambil waktu sejenak tiap hari memeriksa batin kita, baik kata-kata mau tindakan perilaku kita, karunia ‘penegasan rohani’ ini akan tumbuh berkembang’ guna mengenali kehendak Allah.
DOA : Tuhan ajarilah aku agar semakin cepat mengenali kehendak-Mu.
JANJI: “Aku menasehati kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup yang kudus yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati” --- Roma 12:1
PUJIAN: Sewaktu Fransiskus Xaverius retret agung dibimbing sendiri oleh Ignatius, teman sekampus, ia temukan ayat dalam Injil hari ini, yang merubah hidupnya: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya”--- Matius 16:26
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ