UJIAN IMAN

18 April 2018

Rabu, 18 April 2018

Kisah Para Rasul 8:1b-8

Mazmur 66:1-3a,4-5,6-7a

Yohanes 6:35-40


“Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri sambil memberitakan Injil” ---Kisah Para Rasul 8:4

PERISTIWA TERSEBARNYA Umat Gereja Perdana dapat digambar seperti orang ‘merebus air dalam ketel’. Semakin air itu panas, molekul air bergerak semakin cepat. Dan pada titik mendidih, molekul telah terpisah satu sama lain, seperti berkejar-kejaran untuk loncat keluar. Air menjadi uap, naik ke atas. Air sama sekali tidak  hilang tetapi tersebar.

Itu suatu ’analogi’. Dengan demikian kita bisa mengira-kira apa yang terjadi umat kristiani di kota Yerusalem. Penganiayaan yang menimpa mereka membuat mereka seperti air semakin panas, dan akhirnya mereka lalu lari tersebar ke mana-mana, yakni ke daerah-daerah seputar Laut Tengah. Bisa saja kita mengatakan Tuhan telah menggunakan ‘hal yang jahat’, yakni penganiayaan terhadap mereka bertujuan menghancur leburkan Gereja, tetapi nyatanya menjadi ‘berkat terselubung’, menjadikannya Gereja semakin tersebar, semakin tumbuh dan berkembang. Peristiwa  tentu membuat kaget para penganiaya – tetapi juga mengagetkan  umat kristiani sendiri yang dianiaya.

Allah benar-benar ingin membuat kita kaget dan kagum. Ia kehendaki hal yang baik terjadi dari apa yang mungkin kita anggap sebagai situasi yang mengancam yang kita alami. Tuhan ingin sadarkan kita bahwa situasi apapun yang rasanya ‘panas’ tidak harus selalu menghancurkan kita.  Justru sebaliknya, sebagaimana Santo Paulus katakan, hal-hal itu membuat kita tumbuh dalam daya tahan kita, meneguhkan kepribadian kita (Rm 5:3-4). Kita sangat berharap itu dapat menjadikan kita saksi-saksi yang lebih tangguh. Ini terjadi pada kalangan umat kristiani perdana. 

Maka, apapun yang terjadi, situasi sepanas apapun dalam relasi kita dengan keluarga dan dengan masyarakat, sejauh kita tetap dekat relasi kita dengan Tuhan, itu tak akan membakar kita. Hangatnya kasih dan kepedulian Allah akan tetap kita rasakan.

Doa: Bapa, aku percaya penuh pada-Mu. Bila keadaan menantang diri kami, mohon bantulah kami untuk tetap ingat bahwa Bapa tak akan pernah meninggalkan kita.

Janji:  “Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.”---Yohanes 6:19

Pujian: Sewaktu bapak Karyono, kepala dukuh Waribang mengadakan Bakti Sosial, ditolak oleh kelompok agama lain, dia tetap tabah dan sabar.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.