UMAT BERKEMBANG DI TENGAH PENGANIAYAAN
21 April 2021
Rabu, 21 April 2021
Kisah para Rasul 8:1b-8
Mazmur 66:1 – 7
Yohanes 6:35 – 40
“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, - kecuali rasul-rasul -, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria”--- Kisah para Rasul 8:1
DI AWAL LAHIRNYA Gereja, umat telah mengalami pengejaran, penganiayaan yang berujung kemartiran. Kemudian ada seorang tokoh Farisi bernama Saulus tampil di garda depan ingin menggulung habis ‘gerakan baru’ ini. Ia mengancam umat beriman di mana-mana.
Masa depan nampak sangat muram, tak ada harapan.
Tetapi anehnya di tengah tekanan yang sangat berat itu, justru Gereja berkembang pesat. Nampaknya justru penganiayaan dan kemartiran malah memperkokoh iman umat. Allah sendiri menyertai mereka dengan pelbagai macam mukjizat. Seakan-akan tak sesuatu di dunia ini yang dapat menghambat dan menghentikan derap perkembangan Gereja.
Dan kita, meski tidak mengalamai penganiayaan, kita memandang ke depan, dan ter-rasa buram. Mungkin saja kita baru mengalami masalah dalam hidup keluarga kita. Mungkin ada skandal di paroki atau Keuskupan kita. Banyak umat terkena PHK, sakit dan menderita karena Covid-19, konflik keluarga – rasanya semua itu merampok diri kita dari asa dan harapan.
Meski demikian, dari bacaan hari ini, meski dalam kelamnya kegelapan, terang Kristus bersinar dalam hati kita. Kita tetap aman di tangan Allah Bapa yang penuh peduli dan kasih yang tak berujung kepada kita .
Injil sangat meneguhkan kita. Apapun yang dunia perbuat pada diri kita, Allah tetap jauh lebih besar tanpa batas. Bisa saja kita merasa sendirian, tetapi sebenarnya Allah Bapa itu tak pernah meninggalkan kita, meninggalkan Gereja-Nya. Memang benar kalau kita menaruh harapan kita pada manusia, kita akan cepat merasa ditinggalkan. Tak ada orang yang tidak tergoda untuk berbuat dosa. Hanya Allah-lah yang mahasempurna yang telah mengikat janji kasih cinta dan kepedulian-Nya kepada kita.
Dan kita? Kita saling meneguhkan satu sama lain. Pandangan kita kita tatapkan ke surga. Bapa kita akan selalu melindungi dan menjaga kita. Sekali lagi kita saling membesarkan hati akan janji-janji Allah yang pernah Bapa sabdakan. Kita perlu memiliki rasa percaya penuh pada-Nya. Ia maha setia. Kita yang bisa tidak setia.
Semoga kita tidak mudah menyerah di tengah badai. Tak mudah putus asa di tengah tekanan lahir dan batin.
Allah selalu menyertai kita sampai akhir hayat kita. (SW)
DOA: Segala kegelisahan dan kekawatiranku kutaruh di kaki-Mu, ya Yesus. Dikaulah Allahku, aku tak akan takut.
JANJI: ”Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku, akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”--- Yohanes 6:37
PUJIAN: ‘Ancaman penganiaayaan’ di negeri kita tetap ada sampai sekarang, bukan hanya sukarnya mendapat izin mendirikan Gereja atau berdoa di tempat tinggalnya sendiri, juga – dari Youtube- seorang anak bersaksi, dirinya menerima Yesus tetapi ayahnya mengancam akan membunuhnya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ