UNDANGAN KESELAMATAN DARI ALLAH

01 September 2019

Minggu, 1 September 2019

Sirakh 3:17-18,20,28-29

Mazmur 68:4-5ac,6-7ab,10-11

Ibrani 12:18-19,22-24a

Lukas 14:1,7-14

 

“Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang
cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta." 
---  Lukas 14:13-14

 

ORANG-ORANG TERHORMAT yang hadir dalam suatu undangan biasanya akan duduk di bagian depan, sebagai tamu terhormat. Tetapi banyak juga orang yang menganggap dirinya terhormat, sehingga langsung maju ke bagian depan.

Perilaku inilah yang digambarkan dalam perumpamaan Yesus tentang orang-orang  yang diundang dalam pesta perkawinan (bdk. Luk 14:7). Pesta perjamuan perkawinan di sini adalah perumpamaan mengenai undangan  perjamuan keselamatan dari Allah. Merasa sebagai orang-orang pilihan, para tamu khusus tersebut  menjadi sombong. Mereka  meninggikan dirinya di hadapan Allah, dan  tidak  menyadari bahwa mereka akan direndahkan. Hanya orang yang mau merendahkan dirinyalah,yang akan ditinggikan (Luk 14:11).

Karena kesombongannya, mereka kehilangan hak istimewa sebagai orang-orang pilihan Allah untuk menerima keselamatan kekal. Karena hanya orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta yang akan diundang dalam perjamuan keselamatan Allah (Luk 14:14). Maka berbahagialah  orang-orang yang diundang Allah karena miskin di hadapan-Nya, Karena kecacatannya, maka menyadari bahwa dirinya tidak sempurna di hadapan Allah, Karena kelumpuhannya, maka  menyadari bahwa dirinya belum banyak berbuat kebaikan bagi Allah. Dan karena kebutaannya, maka  menyadari kekurangan dirinya melihat kebaikan Allah dalam hidupnya.

Hanya mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum pada hari kebangkitan orang-orang benar (Yoh 5:29).

Marilah  mengarahkan hidup kita untuk selalu menanggapi undangan keselamatan dari Allah agar kita semua diberikan anugrah memperoleh kebahagiaan kekal bersama-Nya disertai dengan perbuatan-perbuatan baik  kita. (TON)

 

Doa: Yesus, jauhkanlan kami dari kesombongan diri, dan mampukanlah kami untuk selalu menjadi pribadi yang rendah hati dalam hidup kami sehari-hari.

Janji: “Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama_Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Namanya ialah Tuhan; beria-rialah di hadapan-Nya!  ----  Mazmur 68:4-5ac

Pujian: Pak Han tadinya adalah seorang ayah yang mudah marah. Setelah mengikuti Kursus Pendalaman Alkitab di Parokinya, sekarang pak Han menjadi pribadi yang lebih sabar, mulai rajin berdoa dan rajin membaca Alkitab bersama keluarganya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.