UNTAIAN DOA

06 September 2022

Selasa, 6 September 2022

1 Korintus 6:1-11;

Mazmur 149:1-2,3-4,5-6a,9b;

Lukas 6:12-19;


"Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” --- Lukas 6:12


ADA SEORANG PEMUDA yang baru lulus sarjana. Ayahnya sangat bangga dan sayang kepadanya. Ketika sang pemuda membaca koran yang dibeli ayahnya, ada lowongan kerja suatu perusahaan bonafit, ia tergerak untuk melamar ke perusahaan tersebut. Lowongan kerja di koran itu ia gunting, pada malam hari di kamarnya ia berdoa hingga semalam-malaman.

Dalam untaian doanya, ia memohon belas kasih Allah didalam Yesus Kristus Putra-Nya, agar diberikan pekerjaan sesuai kehendak-Nya. Esoknya, sang pemuda ditawari pekerjaan oleh ayahnya. Ayahnya berkata: “Nak, ayah sudah menghubungi sahabat ayah yang menjadi salah satu pimpinan di perusahaan pabrik pesawat terbang, temuilah beliau dengan membawa surat pengantar dari ayah, beliau menjamin kamu bisa masuk kerja tanpa proses seleksi”. Sang anak dengan rendah hati berkata: “Ayah, mohon maaf, saya sudah melamar di perusahaan ini” (sambil memperlihatkan guntingan koran itu). Sang pemuda menerima surat panggilan setelah ia mengirim lamaran. Ia datang ke gedung perusahaan itu untuk mengikuti proses seleksi. Ia kaget karena di lobby telah dipenuhi peserta test, sebagian besar teman kampusnya. Ia diberitahu oleh panitia seleksi bahwa perusahaan hanya mencari 6 orang saja, sedangkan yang mengikuti seleksi 150 orang. Lebih dari sepuluh orang pintar dari kampusnya yang ia lihat. Saat ingin masuk lift, ia terperanjat karena yang keluar dari lift adalah sahabat dekatnya dengan nilai kelulusan yang tinggi di kampusnya. Sang pemuda dengan sedikit guyon berkata kepada sahabat dekatnya itu: “wah, kamu pasti lulus karena kamu sangat pintar”. Saat didalam lift sang pemuda menengadah keatas sambil berdoa dalam hati: “Ya Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, aku serahkan segala sesuatunya kepada-Mu”. Proses seleksi berlangsung satu bulan dengan enam kali test, sahabatnya gagal pada saat test kedua. Akhirnya, sang pemuda lulus, diterima sebagai karyawan. Ia bekerja dengan prestasi gemilang, tiga tahun kemudian, ia telah menjadi pimpinan dengan banyak staff. Setiap kali ia melakukan rekrutmen pegawai untuk menjadi staffnya, semalam-malaman ia selalu berdoa kepada Allah agar diberi staff yang terbaik. Yesus baginya menjadi panutan utama dalam berdoa. Meskipun Yesus adalah Putera Allah, tetapi Yesus tetap berdoa semalam-malaman kepada Bapa-Nya ketika ingin memilih kedua-belas murid-Nya. Jika Yesus saja yang adalah Putra Allah berdoa semalam-malaman, masakan kita yang adalah manusia biasa tidak mengikuti-Nya. Marilah kita mengikuti teladan Tuhan kita Yesus Kristus, selalu bersandar kepada Allah, sebab segala sesuatu yang kita peroleh adalah bersumber dari-Nya. (SIS)

 

DOA: Tuhan Yesus, terimakasih Engkau telah memberi teladan kepada kami bagaimana menghadapi banyak hal dengan berdoa, berilah kami kerendahan hati agar kami selalu menyerahkan segala persoalan hidup ini kepada Allah didalam Dikau, Tuhan dan pengantara kami.

JANJI: Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. - Mazmur 149:3-4.

PUJIAN: Dalam Perjanjian Lama, 1Samuel 1, dikisahkan Elkana mempunyai dua istri yaitu Hana dan Penina. Setiap kali Hana pergi ke Bait Suci, Penina menyakiti hati Hana karena Hana mandul. Suatu kali ketika Hana berada di Bait Suci, ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu dan bernazar, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya." Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki, ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari Tuhan”.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.