UPAH DAN GANJARAN DALAM MELAYANI

17 November 2021

Rabu, 17 November 2021 

St. Elizabet dr Hongaria

2 Makabe 7:1,20-31

Mazmur 17:1bcd,5-6,8b,15

Lukas 19:11-28

 

“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.” Lukas 19:26

 

MEMILIKI INTEGRITAS merupakan hal yang diingini semua orang. Orang yang ber-integritas  tentu akan mudah memperoleh kepercayaan dari orang lain, bahkan terkadang karena begitu besar rasa percayanya sehingga kadang tanpa diuji terlebih dahulu. Sebab dia yakin bahwa orang seperti itu tidak mungkin berkhianat.

       Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengumpamakan diri-Nya dengan seorang bangsawan yang akan menjadi raja, ia memberikan sepuluh mina untuk berdagang kepada sepuluh orang, tiap orang – satu mina, sampai ia kembali . Ini mau menggambarkan bagaimana Yesus dalam pelayanan-Nya, telah mempersiapkan segalanya bagi para pengikutnya yang diberi tanggung jawab untuk pewartaan.

Ajaran Yesus berupa suatu perumpamaan untuk mengingatkan para pendengar-Nya bahwa Diri-Nya akan pergi dan setelah itu Ia akan kembali, sebelum Kerajaan-Nya datang dengan penuh kemuliaan. Sementara itu mereka harus hidup ber-integritas sebagai hamba-hamba-Nya dengan layak dan sepantasnya.

“Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri jau untuk dinobatkan menjadi raja di siti dan setelah itu baru kembali” (Luk 19:12). Perumpamaan itu memiliki dasar latar belakang sejarah yang terjadi waktu itu. Memang waktu itu, Herodes sudah meninggal. Arkhelaus-lah, anaknya,  yang menggantikannya. Ia pergi ke Roma untuk pengesahannya sebagai raja – yang mewakili sang Kaisar Roma. Dan memang ada rakyat yang setuju dan ada yang tidak.

Yesus membentuk murid-murid-Nya, menjadi pribadi manusia baru yang terus disempurnakan guna melanjutkan misi-Nya yaitu mewartakan Kerajaan Allah. Kepada murid-murid-Nya  yang setia Ia berjanji untuk memberikan penghargaan, dan penghakiman bagi murid  yang lalai melakukan tugasnya.

Marilah kita tetap setia pada panggilan perutusan kita, mewartakan Kabar Baik. Bagi yang setia akan memperoleh upahnya, dan setiap yang malas akan memperoleh ganjarannya. (Pieter)

DOA: Tuhan, jadikan aku setia pada panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah.

JANJI: ”Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.” Mazmur 17:6

PUJIAN:   Santa Elisabet dari Hungaria lahir 7 Juli 1207. Ia  anak putri Raja Andras II. Pada usia empat tahun, ia dibawa ke Jerman Tengah, untuk menjadi calon mempelai. Ia menikah pada usia 14 tahun dan menjadi janda pada usia 20 tahun. Ia mendermakan kekayaannya untuk menolong orang miskin, membangun rumah sakit. Ia   menjadi simbol umat Kristen di Jerman  dan seluruh dunia,  setelah kematiannya pada tanggal 17 November 1231, saat usia 24 tahun. Dia dihormati dalam Gereja Katolik Roma, Anglikan dan Lutheran. Juga ia menjadi pelindung rumah sakit, perawat, tukang roti, pengantin,  anak-anak yang mati, orang buangan, tunawisma dan juga janda.

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.