USAHA MEMBUAT KEBIASAAN BERDOA

19 November 2022

Sabtu, 19 November 2022 

Wahyu 11:4-12

Mazmur 144:1, 2, 9-10

Lukas 20:27-40

  

“aku hendak bermazmur bagi-Mu.”

Mazmur 144:9

 

Orang tua mengantar anak-anak untuk berdoa di depan patung para kudus di dalam Gereja dalam sikap doa santun. Kakak pendamping Pendampingan Iman Anak (PIA) menemani anak-anak ketika para orang tua mengikuti Ekaristi di Gereja hari Minggu dengan pelajaran dan permainan Sekolah Minggu melalui kisah kitab suci, nyanyi atau karya tangan. Aneka kebiasaan baik yang ditanamkan oleh keluarga Katolik atau keluarganya atau para Pembina Iman anak-anak akan menjadi benih yang mulai tumbuh dalam hidup Katolik di masa depan.

Dalam semangat Evangelisasi baru dan berkatekese, suatu paroki memberi kesempatan kepada umat untuk mengikuti acara Lectio Divina (Pembacaan dan perenungan Sabda Tuhan) dengan pertemuan mingguan serta latihan pribadi. Langkah pertama: membaca Sabda Tuhan dengan penuh perhatian dengan sikap: memohon rahmat untuk , membaca, merenungkan, mengetahui, dan melihat. Masing-masing ambil waktu secukupnya. Langkah berikutnya, menanggapi sabda Tuhan dengan sikap: berdoa, merenungkan, mengingat-ingat, membagikan buah renungan, serta bertindak. Ambil waktu secara rutin pada hari-hari atau waktu yang ditentukan dan dilaksanakan dengan setia. Dapat juga, keluarga mencari  waktu untuk bersama-sama berkumpul di dalam keluarga, atau  bersama keluarga-keluarga yang berdekatan(Selingkungan). Mereka memastikan bersama kapan untuk melakukan latihan Lectio Divina. Hal ini  pertemuan  Lectio Divina yang rutin dan terus-menerus dilakukan tentu akan memberi manfaat bagi perkembangan hidup rohani. Sabda Tuhan dalam Kitab Suci menjadi bagian dalam hidup harian dan menjadi kekuatan untuk merasakan kasih karunia Tuhan yang selalu mengalir. Dengan berbagi Sabda Tuhan yang sudah direnungkan akan menghasilkan buah dalam tindakan bagi sesama.  

Kiranya, kita dapat memetik buah rohani dari peringatan wajib hari ini, yaitu peringatan Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah pada hari ini. Orang Tua Bunda Maria, yaitu Bapak Yohakim dan Santa Anna mempersembahkan putrinya kepada kehendak Allah. Kita tahu dari penghanyatan Devosi Gereja kepada Santa Maria bahwa seluruh hidup Santa perawan Maria diabdikan bagi Allah dengan melaksanakan Kehendak-Nya menjadi Bunda Sang Penebus dan juga menjadi Bunda seluruh Gereja. Kebiasaan baik, menanaman kebiasaan rohani dan tanggung jawab sehari-hari melalui keluarga tentu menjadi hal yang diharapkan dari setiap keluarga Katolik. Kalau keluarga Katolik menjadi basis terkecil Gereja, akan makin kokoh Gereja kita dengan aneka kebiasaan baik yang dibuat dengan sepenuh tanggung jawab yang keluar dari hati terdalam karena disentuh oleh sabda Tuhan. Dalam hal-hal kecil sederhana semacam ini, nyatalah bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup. Sabda Tuhan bukan sekadar kata-kata masa lampau namun Sabda yang menggerakkan hidup kita saat ini untuk makin baik dan makin nyata berbuah. Sebagaimana dalam Injil hari ini, Yesus Bersabda: "Tentang kebangkitan orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam ayat tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." (Luk. 20:37-38). (SW).

 

DOA           Tuhan semoga kami yang biasa berelasi pribadi dengan-Mu baik langsung maupun melalui para kudus Engkau perkenankanlah kami ambil bagian dalam perjamuan abadi di surga. Amin.

JANJI        Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, mereka yang dianggap layak, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.  Lukas 20:35.

PUJIAN     Bulan November adalah bulan peringatan arwah umat beriman, memang dalam injil kelompok yang tidak percaya pada kebangkitan adalah orang-orang Saduki. Bagi kita umat krsitiani percaya akan Kebangkitan sebagaimana Yesus bersabda. Didalam syahadat/kredo katolikpun dikatakan bahwa, kita percaya akan kebangkitan orang mati dan kehidupan kekal yang kita ucapkan dalam hari Minggu dan hari Besar. Maka dalam bulan November gereja mendidikasikan tanggal 1 November sebagai peringatan semua orang Kudus yakni orang yang telah dibangkitkan dan hidup mulia di Surga. Sedangkan, tanggal 2 November gereja mengenang arwah umat beriman yang belum di bangkitkan maka kita mengenang dan mendoakannya yang belum dibangkitkan dan mulia di Surga. Mereka-mereka ini menurut ajaran Gereja masin menunggu untuk dimuliakan karena mungkin masih ada noda-noda dosa. Dan tempat penantian sebelum dimuliakan itu di sebut Api Penyucian atau Purgoturium. Di situ noda-noda dosa yang masih tinggal di hapus atau dihilangkan. Maka, tanggal 2 November Gereja mendidikasikan sebagai kesempatan untuk mengenang para arwah umat beriman yakni mereka-mereka yang masih berada di api penyucian. Oleh karena itu ada kebisaan orang katolik mengadakan Ibadat Ekaristi: satu pada saat  orang meninggal dan dikuburkan, dan juga pada hari ke tiga, hari ke sepuluh hari ke empat puluh, hari ke seratus, satu tahun atau ulang tahun wafatnya sebagimana kita memperingati ulang tahun kelahiran demikian pula kita memperingati ulang tahun kematian serta  dan akhirnya seribu hari wafatnya. Sebab hari kematian dianggap sebagai hari kelarhiran dalam kebangkitan dan dalam hidut abadi. Itu semua mengingatlan iman kita kepada kebangkitan stelah mati dan kehidupan kekal, maka adalah wajar dalm peringatan saudara kita yang telah wafat kita mohon pengampunan mereka kepada Allah yang Maha rahim.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.