UTUSAN TUHAN

05 March 2018

Senin, 5 Maret 2018

2 Raja-raja 5:1-15a

Mazmur 42:2-3; 43:3-4

Lukas 4:24-30

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya ..." --- Lukas 4:24

SAYA PERNAH ditugaskan langsung oleh pimpinan perusahaan di Jakarta untuk mewakili beliau menyampaikan rencana target perusahaan per semester dan kebijakan-kebijakan perusahaan yang harus dijalankan oleh para kepala cabang di daerah. Segala keperluan saya selama di daerah telah dipersiapkan dan diperhatikan dengan baik oleh kantor pusat. Selain itu saya juga merasa sangat diterima, dihormati serta dilayani dengan baik juga oleh segenap pimpinan di daerah karena mereka menganggap saya adalah Komisaris Pusat yang  membawa “pesan” perusahaan dan bukan pesan saya pribadi kepada mereka, jadi apapun yang saya katakan kepada mereka dengan segenap hati mereka dengarkan dan jalankan dengan baik, saya merasa sangat powerful.

Dalam perikop bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan tentang resiko seorang Nabi. Nabi Tuhan atau orang utusan Tuhan banyak kita kenal di dalam Alkitab, khususnya dalam perjanjian lama seperti Nuh, Musa, Elia, Elisa dll. Seperti apakah Nabi itu? Nabi adalah orang yang mempunyai tugas khusus yaitu harus menyampaikan “pesan Tuhan” kepada : siapa saja, dimana saja dan kapan saja seturut kehendak Tuhan apapun resikonya.

Seorang Nabi bukanlah orang sembarangan, ia lebih dari sekedar orang pilihan karena ia telah dipersiapkan langsung oleh Tuhan begitu rupa melalui proses yang panjang sehingga seorang nabi berani meninggalkan apa pun yang dimilikinya termasuk nyawanya sendiri jika perlu demi menyampaikan pesan khusus Tuhan. Meskipun berat tugas seorang nabi namun Tuhan melengkapinya dengan “kuasa Ilahi” agar dapat mengatasi rintangan dan memuluskan misi Tuhan itu.

Biasanya tidak mungkin seorang Nabi berkarya di tempat asalnya sebab pastilah orang-orang di sekitarnya itu tidak akan percaya; hal ini sama halnya jika saya ditugaskan menyampaikan pesan perusahaan di kantor pusat tempat saya bekerja berhadapan dengan teman sejawat saya yang sudah tentu kenal betul siapa saya, tugas yang biasa saya kerjakan dan jabatan saya juga tidak jauh berbeda dengan teman-teman sekantor. Tentu tidak banyak yang dapat saya perbuat dan saya tidak se-powerful ketika bertugas di daerah. Jadi jelaslah maksud dari perkataan Yesus : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya ..." (Luk 4:24).  (STEV)

 

Doa    : Ya Bapa, dengan senang hati kami merenungkan rahasia Sabda-Mu yang Engkau sampaikan kepada kami hari ini. Mampukan kami untuk menjalankan tugas perutusan-Mu, menyampaikan pesan-Mu kepada sesama kami.

Janji   : “Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu” --- Lukas 4:29

Pujian: Kerendahan hati Bunda Maria dengan berkata "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu," patut kita meneladan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.