WARTA PENUH SUKACITA

25 March 2021

Kamis, 25 Maret 2021

Kabar Sukacita

Yesaya 7:10-14; 8:10

Mazmur 40:7-11

Ibrani 10:4-10

Lukas 1:26-38


WARTA PENUH SUKACITA ,,,

“Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai Tuhan.” Yesaya 7:12

DALAM BACAAN pertama ada Raja Ahaz dan dalam Injil ada Maria. Ahaz sang raja, ditawari kemenangan dalam perang tetapi bukan karena ia maju perang melainkan duduk diam dan Tuhan yang akan ‘berperang’. Raja menolak. Musuh masuk lewat utara mau merebut Yerusalem. Ahaz ketakutan.

Lewat Yesaya, Ahaz ditawari untuk meminta tanda dari Tuhan, agar imannya terbangun, ia menjawab, tidak mau mencobai Tuhan. Ahaz mau berjalan menurut rencananya sendiri. Penolakan itu bukannya tanda kerendahan hati, melainkan ungkapan untuk menutupi kekerasan kepala. Ia lebih memilih berkawan dengan bangsa lain untuk melawan musuh, daripada mengandalkan Allah, dan hasilnya justru dia hancur. Menolak tawaran adanya ‘tanda’ berarti menolak arahan dari Allah.

Dan bagaimana Bunda Maria? Sebaliknya! Ia siap menyerah total, percaya penuh dan melakukan apa yang disabdakan Allah. Sewaktu Gabriel membukakan rencana Allah kepadanya, tak ada sekilaspun untuk menolaknya pada diri Maria. Ia mau bekerja sama. Dan pertanyaannya kepada malaikat, “Bagimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” (Luk 1:34), sama sekali bukan ungkapan protes. Pertanyaaanya konktit, bukan pertanyaan filosofis. Meski Maria tidak meminta tanda, melainkan justru dia segera menanggapi dan menerima tawaran itu (Luk 1: 36,37), dengan “Fiat!”-nya!

Kita jarang menghadapi masalah besar seperti yang dihadapi Ahaz dan Maria: membuat keputusan terhadap tawaran Allah! Tetapi dalam hidup sehari-hari tentu tak sedikit masalah yang perlu perhatian dan tanggapan kita dan perlu kita memilihnya. 

Mungkinkah kita bisa memiliki kebiasaan saleh, menjawab seperti Bunda Maria, “Terjadilah kehendak-Mu!” dan ungkapan Bunda Maria, “Jadilah padaku, menurut perkataan-mu!” (Luk 1:38).

Kalau kita telah mempunyai kebisaan itu, jangan kaget, bila ada masalah-masalah yang lebih besar dan sukar menuntut keputusan, kita akan jauh lebih mudah untuk mempercayakan penuh kepada Tuhan dan patuh taat kepada-Nya, sebagaimana Bunda Maria lakukan! (SW)

DOA: “Tuhan, aku mengandalkan-Mu penuh, dalam semua situasi yang sukar dan mencengkam!”

JANJI: “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selamalamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus” Ibrani 10:10

PUJIAN: Gereja merayakan peristiwa “Kabar Sukacita” , secara khusus setiap tanggal 25 Maret, mengingat sembilan bulan mundur dari Pesta Natal, Kelahiran Yesus. Dan Natal telah ditentukan oleh Gereja jauh sebelumnya. Perayaan ini secara khusus mengingatkan akan makna dari keselamatan kita. Peristiwa “Sabda menjadi Daging (Manusia)” berawal saat Maria menyatakan “Fiat-nya” kepada Allah lewat Gabriel. Semenjak itu, boleh dikata, Maria telah benar-benar berhak disebut ‘Bunda Allah’.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.