WASPADA DAN SIAP SIAGA
29 August 2020
Sabtu, 29 Agustus 2020
Wafatnya Yohanes Pemandi
Yeremia 1:17-19
Mazmur 71:1-6, 15, 17
Markus 6:17-29
“Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau…” --- Yeremia 1:19
DUA KALI kita rayakan pesta Yohanes Pembaptis: Kelahirannya, 26 Juni, enam bulan sebelum Natal, dan tanggal 29 Agustus, hari ini, wafatnya. Tiap orang ingin dan berhak hidup Bahagia. Nyatanya ada penderitaan, ada kesengsaraan. Menghadapi kenyataan ini, kita gagap dan merasa sukar untuk memahaminya. Derita mereka, kesengsaraan kita, bisa nampak kejam.
Demikian juga di zaman Yesus, sangatlah sukar memahami makna ‘salib’. Tetapi sewaktu para rasul memberitakan ‘salib’, dan merangkulnya dalam hidup mereka, tetapi salib bagi orang-orang lain nampak sebagai ‘batu sandungan’, atau sebagai ‘suatu kebodohan’ (1 Kor 1:20).
Dalam Injil hari ini, kita dihadapkan seorang tokoh yang tegar, yakni Yohanes Pembaptis. Ia menghayati hidup seperti ‘pertapa’ dan mengalami kematian sebagai ‘martir’. Dan Yesus sendiri menegaskan ‘di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seseorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis’ (Mat 11:11). Demikian juga sebagian besar para murid Yesus juga mengalami nasib yang sama di tangan algojo, seperti Guru mereka.
Dan kita di zaman ini? Yang jelas, tetap masih ada orang-orang yang alergi akan simbol ‘salib’, orang yang menolak Yesus dan menolak kehadiran kita sebagai murid-murid-Nya, meski kita tidak berkalung ‘salib’. Salib tetap merupakan kebijaksanaan ilahi yang misterius bagi orang-orang salib merupakan sesuatu kesesatan atau kebodohan, tetapi bagi kita para muridNya yang setia, salib ada “kuat kuasa Allah”.
Sewaktu kita menyambut dan merangkul salib-salib dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menemukan hidup Allah yang terkubur dalam salib-salib itu.
DOA: Ya Yesus, bersama Yohanes Pembaptis, saya rangkul jalan derita-Mu yang penuh pengorbanan dan kesetiaan.
JANJI: “Yohanes menegor Herodes, “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu” --- Markus 6:18
PUJIAN: Pada penutupan Rekoleksi OMK, pada pesta wafatnya Yohanes beberapa tahun lalu, hanya ada satu peserta menanggapi mau mati demi iman, kalau Tuhan berkenan. Dan lainnya bersedia menerima salib-salib yang dijumpai dalam hidup sehari-hari.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ