YA YESUSKU
23 November 2018
Jumat, 23 November 2018
St. Klemens I, PausMrt
St. Kolumbanus, Abas
Wahyu 10:8-11
Mazmur 119:14,24,72,103,111,131
Lukas 19:45-48
“Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku!” --- Mazmur 119:103
DENGAN TERGANTUNG di kayu Salib, Yesus mengaduh dengan berkata, “Aku haus” (Yoh 19:28). Boleh dikata, dalam Injil Yohanes, Yesus kerap kali bebicara yang berhubungan dengan air. Yesus berkata kepada wanita, dari Samaria, di dekat suatu sumur, “Berilah Aku minum!” (Yoh 4:7). Di sini, dalam Yohanes bab 4 ini, sangat menarik, karena sama sekali tak pernah disebut bahwa Yesus benar-benar menerima air alami untuk Ia minum dari wanita itu. Dan di akhir kisah bahwa Yesus tak haus lagi, sebab si wanita itu menyambut Yesus dengan penuh semangat. Kasih wanita itu menjadi gantinya ‘air’ yang Yesus inginkan minum.
Mazmur tanggapan hari ini terambil dari Mazmur 119:103. Ayat Mazmur itu menekankan kerinduan akan air itu: “Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku!” Pemazmur mengatakan kepada Yesus bahwa janji Allah, sebagai tertulis dalam Kitab Taurat Musa, yakni dalam kelima kitab awal Perjanjian Lama, yakni Pentateukh, itu terasa manis. Mari kita berangan ayat Mazmur tanggapan itu keluar dari mulut Yesus yang tersalib, yang mengucap ‘haus’. Mengucapkannya itu dalam keadaan tangan-Nya ter-rentang di salib dan bergumul dengan maut. Saat itulah Yesus mengucap, “Aku haus” (Yoh 19:28). Yesus datang untuk menyalakan api di dunia dan Ia sangat rindukan “api itu menyala” (Luk 12:49). Bila kita mengucapkan janji-janji kepada Yesus, umpama saja, pembaruan Janji Baptis kita, pembaruan Janji-Nikah, atau janji seaktu menyambut Sakramen-sakramen lainnya dan Janji kita untuk melayani Tuhan selama hidup, sebenarnya saat itu kita memberi seteguk air kepada-Nya (Yoh 4:7). Inilah yang dimaksudkan kalau Yesus berseru “Aku haus”. Dan itu merupakan madu yang manis pada mulut-Nya. Itu seakan-akan Yesus yang tersalib itu mengatakan kepada kita : “Betapa manisnya janji-janjimu bagi langit-langit-Ku!”
Mari kita haturkan kepada Yesus minuman, agar Yesus tak haus lagi. Yakni berupa ‘Janji” kita untuk siap selama hidup mewartakan Injil kepada dunia!
Doa: Bapa, semoga berkenan memberi pertimbangan rohani dalam menanggapi permasalahan yang kami hadapi.
Janji: “Taurat (hukum) yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak” --- Mazmur 119:72
Pujian: Santo Klemens, Paus dan Martir, yang kita peringati hari ini, ia pejuang dan penggerak perdamaian dan kesatuan dalam Gereja.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ