YANG MENANG ADALAH KASIH ALLAH
30 July 2019
Selasa, 30 Juli 2019
Keluaran 33:7-11; 34:5b-9.28
Mzm 103:6–13
Matius 13:36-43
“Seperti bapa sayang akan anak-anaknya, demikian Tuhan sayang akan orang-orang yang takut akan Dia” -- Mazmur 103:13
UMUMNYA KITA lahir dalam keluarga yang ber-bapa penuh kasih dan pengertian. Maka secara kodrati kita-kita lalu mudah memahami kasih Allah, Bapa, dari pengalaman dari ayah yang berperhatian dan sayang kepada kita anak-anaknya (Mzm 103:b13). Dengan demikian ini memungkinkan kita untuk sedikit atau banyak menangkap apa itu kasih sayang dan mengalaminya, yakni kasih sayang Allah Bapa di surga dari pengalaman hidup kita sehari-hari. Maka hal ini amat penting bagi kita bapak-bapak memiliki kasih sayang dan perhatian pada anak-anak kita di dalam hidup di masyarakat ramai. Ini tak hanya anak-anak kita yang melihat, menyaksikan serta menerima kasih ayah. Bapa-bapa yang sayang juga merupakan kesaksian bagi dunia yang menolak kasih sayang Allah Bapa bagi masing-masing anak-anak kita.
Bila seorang bapa benar-benar menaruh kasih sayang kepada anak-anaknya, ini akan dilihat oleh anak-anak yang tidak mengalami kasih sayang dari ayah mereka. Juga dengan melihat kasih sayang seorang bapa kepada anak-anaknya, anak-anak itu lalu bisa sedikit banyak menangkap kasih sayang pribadi Allah, Bapa di surga kepada mereka, anak-anak-Nya hal ini.
Kasih Allah itu, “begitu besarnya, sampai hal ini membuat Allah berbalik dari Diri-Nya sendiri, Kasih-Nya melawan keadilan-Nya” (Allah itu Kasih, Paus Benediktus XVI, no 10). Allah itu penuh belas kasih, pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya” (Kel 34:6; Mzm 103:8).
Bapa-bapa, kasihilah dan cintailah istri-istrimu dan anak-anakmu. Hal ini memungkinkan bagi dunia yang saling melukai itu bisa sekejap mengalami apa yang mereka butuhkan: Kasih Allah Bapa yang berlimpah!
Doa: Bapa, aku akan mengabdikan hidupku ini untuk memperihatkan belas kasih-Mu kepada dunia yang sangat haus akan pengalaman kasih sayang-Mu.
Janji: “Tuhan berbicra kepada Musa dengan berhadapan muka, seperti seorang berbicara dengan temannya.” —Keluaran 33:11
Pujian: St. Petrus er Chrysologus (artinya ‘kata-kata mas”) sangat menguasai seni berhomili pendek. Tiga belas abad kemudian kuasa kotbah-kotbahnya itu membuat dia dijadikan “Sarjana Doktor Gereja”.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ