YANG SULUNG BAGI ALLAH
02 February 2020
SATU PERJAMUAN
FEBRUARI 2020
Minggu, 2 Februari
Yesus Dipersembahkan di Kenisah
Maleakhi 3:1-4
Mazmur 24:7,8,9,10
Ibrani 2:14-18
Lukas 2:22-40
“Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” ---- Lukas 2:23
HARI INI kita merayakan Pesta Yesus dipersembahkan ke Kenisah oleh orang tua-Nya. Yusuf dan Maria patuh akan adat istiadat Yahudi, datang ke Bait Allah seperti orang Yahudi lainnya. Mereka mempersembahkan Anak sulung yang baru lahir sebagai persembahan yang bagi Allah. Sang Bayi disunat dan diberi nama ‘Yesus’. Hal ini dilakukan dikarenakan menurut peraturan Taurat setiap anak sulung harus dibawa ke Yerusalem untuk ditahirkan dan diserahkan kepada Tuhan. Ini dilakukan merupakan bagian dari pengakuan mereka sebagai umat Perjanjian, milik Allah.
Seperti orang Yahudi pada umumnya, Yesus senantiasa mentaati aturan Taurat, disunat dan dipersembahkan sebagai anak sulung kepada Allah, meskipun Dia adalah Allah itu sendiri yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Semuanya itu Yesus lakukan agar Dia dapat mengambil bagian dalam keberdosaan manusia dan agar manusia di selamatkan dari dosa itu sendiri.
Yusuf dan Maria menggambarkan bahwa kita, sebagai orang tua mempunyai tanggung jawab di hadapan Tuhan, sebagaimana kita ucapkan dalam Janji Perkawinan, yakni dalam memenuhi kewajibannya mendidik dan membesarkan anak-anak dalam iman, selaras dengan iman katolik. Patut kita teladani di zaman modern ini, sejak kecil, malahan sejak dalam kandungan, sebagai ortu katolik, kita memperkenalkan anak ke dalam suasana penghayatan iman katolik, lewat doa dan puji-pujian rohani. Kita bertanggungjawab akan tumbuh berkembangnya iman anak-anak kita. Kita membawa ke Ibadat Hari Minggu. Kalau sudah tambah besar, kita tidak boleh lupa mengajari mereka berdoa dan melengkapinya dengan membawa anak kita ke Bina Iman Anak (BIA). Kitalah yang mempersiapkan anak-anak kita menyambut Sakramen Inisiasi: Baptis, Ekaristi dan Krisma. Meski belum menyambut Komuni pertama, boleh saja anak-anak kita ikut dalam kegiatan putra-putri altar, yang merupakan latihan dasar untuk hidup menggereja di kemudian hari. Itu semua merupakan tantangan sekaligus tanggungjawab kita sebagai orangtua, yang tidak ringan. Tuhan memberkati! (PTR)
Doa: Tuhan Yesus Engkaulah juruselamat kami, ajarilah kami agar senantiasa setia dan taat kepada-Mu sepanjang hidup kami. Amin
Janji: “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai” ---- Ibrani 2:18
Pujian: Pujian dan syukur layak bagi Allah di tempat yang mahatinggi, yang telah datang ke dunia dalam diri Yesus Kristus, untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ