YESUS ANDALANKU
24 April 2022
Minggu, 24 April 2022
Minggu Paska II
Hari Minggu Kerahiman Ilahi
Kisah Para Rasul 5: 12-16
Mazmur 118: 2-4, 24-27
Wahyu 1: 9-11a,-13, 17-19
Yohanes 20: 19-31
“ Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu
dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!”
Yohanes 19: 27
BACAAN INJIL untuk Minggu Paska II, baik Tahun A, B dan C, selalu sama, yakni ‘penampakan Yesus kepada para murid-Nya diteruskan penampakan Yesus kepada Thomas yang tidak percaya, yang terjadi delapan hari berikutnya (Yoh 20:24-29). Dalam pernyataan khusus Yesus yang mulia bangkit kepada Thomas, yang awalnya tidak percaya dan lalu menjadi percaya, ada tiga catatan penting yang berguna bagi penghayatan iman kita sebagai murid-murid-Mya.
Pertama, ucapan Rasul Thomas menanggapi jawaban Yesus atas tuntutannya kepada Yesus di depan para murid, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak percaya.” Atas tuntutan Thomas itu, Yesus dengan kasih dan sabar menanggapinya dan bersabda, “Taruhlah jarimu di sini…” dan di muka umum pula Thomas lalu membuat pernyataan bermakna dalam, “Ya Tuhanku dan Allah-Ku” (Yoh 20:28). Ucapan itu bukan sekedar seruan keheranan melainkan pengakuan dasar akan ke-Tuhanan atau ke-Ilahian Yesus, yang menjadi fondasi Credo kita.
Kedua, atas ungkapn iman Thomas itu, Yesus pun menegaskan, “Karena kamu telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya!” (Yoh 20: 29). Sabda Yesus ini membesarkan hati kita dan membuat ‘plong’, yakni kita-kita yang hidup berabad-abad setelah Yesus naik ke sorga, kita dan anak cucu kita serta semua orang dari bangsa apapun. Kita bisa percaya berkat pewartaan para murid Yesus dan para penerusnya. Untuk itulah Injil ditulis, “supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam Nama-Nya (Yoh 20: 31)
Ketiga, sewaktu ada tuntutan dari rasul Thomas dan Yesus tidak menolak malahan menanggapi permintaannya , ini berarti Ia tidak marah. Yesus tidak memarahi para rasul yang lari meninggal Dia sewaktu dihadapkan ke depan Pengadilan Agama Yahudi dan di hadapan Pilatus. Ia sama sekali tidak mengungkit-ungkit ketidak setiaan mereka. Ia menerima realitas keadaan para murid yang takut saat itu. Ini menunjukkan pengampunan dan kerahiman-Nya kepada para murid-Nya. Benar - Yesus maha kasih, pengampun dan maharahim.
Oleh karena itu, tidaklah kaget kita kalau Gereja lalu menetapkan Minggu Paska II ini, di mana bacaan Injil menggarisbawahi kerahiman Yesus, Minggu ini menjadi Minggu Kerahiman Ilahi. Dan lagi Paus Yohanes Paulus II yang ‘mewisuda’ Suster Faustina sebagai orang kudus, mengatakan bahwa St. Faustina pula menjadi promotor devosi Kerahiman Ilahi . Dikatakan juga sang suster-lah yang menulis keinginan dalam Buku Hariannya agar Minggu Kedua Paska sebagai Minggu Kerahiman Ilahi.
DOA : “Ya Yesus yang baik, ampuni dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka, hantarlah jiwa-jiwa ke surga, khususnya yang membutuhkan kerahiman-Mu” (Doa Kerahiman Ilahi).
JANJI : “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” Yohanes 20: 29
PUJIAN: Salah satu bentuk Devosi Kerahiman Ilahi, sebagaimana dianjurkan Santa Faustina, ialah memberi silih kepada Yesus, dengan mengingat sengsara dan wafat Yesus setiap pukul 3 sore.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ