YESUS BANGKIT

16 April 2022

Sabtu, 16 April 2022

Sabtu Suci

Malam : Vigili Paska

Lit. Cahaya, Lit. Sabda,

Lit. Baptis Lit. Ekaristi

Kejadian 1:1, 26-31a

Mazmur 104:1-2a.5-6.10-4.24.35c

atau Mazmur 33: 4-7,12-12, 20, 22 (7 Bacaan)

Roma 6: 3-11

Mazmur 118: 1-2, 16-17, 22-23

Lukas 24:1-12


“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati ? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit” --- Lukas 24:5-6a


BERKATALAH MALAIKAT  kepada perempuan-perempuan yang mengunjungi kubur Yesus : “Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, Ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia …. dan akan bangkit pada hari yang ketiga. Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu” (Luk 24:6-8). Dan kita sendiri telah kita sering dengar setiap kali kita memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus.

Semasa hidup-Nya, Tuhan Yesus telah berulang kali memberitahukan tentang kebangkitan-Nya. Namun para murid-murid-Nya pada saat itu masih belum paham tentang arti pernyataan kebangkitan itu. Apakah sama halnya juga kita? Yang menjadi persoalan penting mengenai kebangkitan Tuhan Yesus, apa dampak-Nya dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya?

Pertama Kebangkitan Yesus memulihkan semangat, keberanian, iman dan pengharapan kita kepada Allah. Ketika para murid-murid melihat Tuhan Yesus mati di kayu Salib, semuanya lari tercerai berai dan bersembunyi ketakutan. Namun setelah Tuhan Yesus bangkit dan menampakkan diri-Nya, para murid-Nya akan teringat perkataan-Nya bahwa Dia adalah Kebangkitan dan Hidup. Tuhan Yesus membangkitkan semangat baru para murid-Nya. keberanian dalam bersaksi dan memberitakan Injil ke seluruh dunia dan bahkan rela mati mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus.

Demikian halnya kita sebagai orang percaya bahwa karena Yesus bangkit, kita memiliki keberanian dalam menghadapi setiap masalah kehidupan, kita sanggup bangkit kembali dari kesalahan atau dosa yang lama. Dan ada pengharapan penuh bahwa Dia juga akan menghidupkan kita kembali (Rm 8:11) dan kelak kita dapat tinggal di surga bersama-sama dengan-Nya. Kebangkitan Yesus adalah inti dari dari keimanan orang Kristen. Dalam hal ini Paulus menegaskan “Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup di dalam dosa” (1 Kor 15: 17).

Kedua, Yesus bangkit membuktikan bahwa Tuhan Yesus telah mengalahkan maut. Sebenarnya ada banyak orang yang pernah dibangkitkan sebelum kebangkitan Tuhan Yesus seperti anak janda di Sarfat yang dibangkikan oleh Elia, Anak perempuan Sunem yang dibangkitkan oleh Elisa, anak Yairus dan Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus sendiri. Namun semuanya ternyata mati kembali. Jadi hanya Yesus lah satu-satunya yang pertama kali bangkit dari kematian dan tidak akan  mati kembali. Dengan demikian Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia yakni Kristus. Peristiwa kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa tidak ada satu pun kuasa yang dapat menghalangi janji Firman Tuhan dan juga rencana-Nya. Kuasa maut telah dikalahkan-Nya, maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Kristus telah bangkit, Dia adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa. Dia kuasa membebaskan kita dari maut dan dosa.

Iman kita itu kita tegaskan dalam seruan Anamnese, setelah Konsekrasi. Imam yang memimpin Misa berseru: “Agunglah misteri iman kita”. Dan kita yang hadir menanggapinya, “Penyelamat dunia selamatkanlah kami - karena melalui salib dan kebangkitan-Mu - Engkau telah membebaskan kami” (Anamnese ke-3).  (HW)

        

DOA: Allah Bapa yang Maha Baik, kami bersyukur kami dipilih oleh Bapa sebagai murid Kristus sehingga kelak kami memperoleh rahmat kebangkitan badan kami semua. Amin.

JANJI: “Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri.” - Mazmur 33:12

PUJIAN: Para petugas Kesehatan, yang rela melayani para penderita Covid-19, baik di rumah-rumah yang dikhususkan untuk para penderita Covid, maupun mengunjungi di rumah-rumah bagi yang melakukan ‘isolasi mandiri’ (Isoman). Para tenaga Kesehatan itu, baik dokter maupun perawat tanpa kenal lelah, dan banyak yang sampai mengorbankan dirinya sendiri.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.